Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Tesla Bakal Rugi Bila Tak Investasi di RI, Ini Alasannya
    Insight News

    Tesla Bakal Rugi Bila Tak Investasi di RI, Ini Alasannya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 Mei 2022Updated:2 Mei 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan beserta jajarannya baru-baru ini melakukan pertemuan dengan CEO Tesla Inc. Elon Musk di Austin, Texas, AS.

    Pertemuan yang berlangsung di Gigafactory Tesla, Austin, Texas, pada Selasa (26/4) lalu ini disebut menjadi sinyal ketertarikan Tesla berinteraksi di Indonesia.

    Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, Tesla Inc. akan merugi jika tidak berinvestasi di Indonesia. Sebab, Indonesia memiliki cadangan sumber daya alam yang sangat besar.

    “Cadangan bijih nikel Indonesia mencapai 25% atas cadangan nikel dunia. Kita juga punya mangan. Kan ada empat komponen baterai mobil listrik, mangan, kobalt, nikel, dan lithium. Tiga di antaranya itu ada di Indonesia,” kata Bahlil dikutip Senin (2/5/2022).

    Bahlil menduga ada kemungkinan Tesla tidak mau tertinggal oleh sederet perusahaan lain yang sudah masuk ke Indonesia.

    “Tesla gak masuk ke (Indonesia) AS akan disuplai Eropa. Tesla melihat ini menarik untuk dikembangkan,” katanya.

    Dia menyebut, beberapa perusahaan yang sudah masuk adalah Volkswagen, produsen otomotif asal Jerman, dan juga BASF, perusahaan kimia asal Jerman. Sebelumnya sudah lebih dulu masuk, yaitu CATL dan LG.

    Menurut Bahlil, dalam proses negosiasi memang seringkali ada tarik ulur. Jadi jawaban tidak di hari ini bisa jadi akan berbeda pada waktu berikutnya.

    “Jangan terlalu cepat menyimpulkan negosiasi itu belum titik, belum selesai. Maju mundur itu strategi mungkin awal-awal Tesla melihat tawaran Indonesia gak bagus, prospek global belum dilihat, IRR, kondisi bisnisnya Tesla,” ujar Bahlil.

    “Lihat sekarang ekosistemnya sangat menarik. Indonesia punya keunggulan, cadangan nikel 25% dunia, kita lebih efisien dari negara lain,” lanjutnya.

    [Dexpert.co.id]

    (roy/roy)


    Techno update Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.