Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Waspadai Gejala Covid Varian XE, Lebih Buruk dari Omicron?
    Insight News

    Waspadai Gejala Covid Varian XE, Lebih Buruk dari Omicron?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 April 2022Updated:16 April 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sebuah varian baru virus Covid-19 bernama XE kembali ditemukan. Varian hasil rekombinan BA.1 (Omicron asli) dan BA.2 (Omicron siluman) juga memiliki gejala yang terlihat pada pasiennya.

    Meskipun belum dipaparkan secara signifikan, Erica Johnson selaku seorang dokter penyakit dalam di Johns Hopkins Bayview Medical Center di Baltimore, Amerika Serikat, membeberkan gejala XE. Dia mengatakan bahwa varian baru itu memiliki gejala yang mirip seperti Omicron asli.

    Sebagai informasi, gejala utama dari BA.1 dan BA.2 ringan seperti batuk, demam, kelelahan, serta kemungkinan hilangnya rasa atau penciuman. Selain itu, ditemukan pasien dengan gejala pilek, masalah pencernaan, sakit kepala, serta ruam kulit.

    Varian XE telah ditemukan di Inggris sejak awal tahun lalu. Hingga beberapa waktu lalu, Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSCA) mencatat sudah ada 637 kasus yang dilaporkan terkait varian tersebut.

    “Tingkat pertumbuhan awal untuk XE tidak berbeda secara signifikan dari BA.2,” kata UKHSCA dikutip dari Independent, Rabu (13/4/2022).

    Selain itu, UKHSCA telah menyimpulkan tingkat penularan varian XE yang disebutkan hampir mendekati 10% di atas BA.2. “Tetapi menggunakan data terbaru hingga 16 Maret 2022, sekarang memiliki tingkat penularan 9,8% di atas varian BA.2,” ungkap lembaga itu.

    Namun, Kepala Transisi Penasihat Medis UKHSA, Profesor Susan Hopkins menjelaskan belum dapat memastikan lebih jauh terkait varian XE sebab bukti kemunculan varian belum terlalu cukup banyak. Dampaknya, belum ada cukup bukti untuk menarik kesimpulan mengenai penularan, tingkat keparahan ataupun efektivitas vaksin melawan varian XE.

    “Rekombinan khusus ini, XE, telah menunjukkan tingkat pertumbuhan yang bervariasi dan kami belum dapat memastikan apakah ia memiliki keunggulan pertumbuhan,” kata Hopkins dikutip dari The Sun.

    [Dexpert.co.id]

    (npb)


    Smart your life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.