Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»99% Warga RI Punya Antibodi Covid, Boleh Lepas Masker?
    Insight News

    99% Warga RI Punya Antibodi Covid, Boleh Lepas Masker?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa24 April 2022Updated:24 April 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Baru-baru ini, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengungkap hasil sero survei antibodi COVID-19. Menurutnya antibodi yang terbentuk di masyarakat naik menjadi 99,2 % menjelang Lebaran.

    Ini merupakan hasil sero survei dari studi yang dilakukan Kemenkes bersama dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI). Dari hasil tersebut, pemerintah meyakini titer antibodi yang tinggi akan mengurangi risiko akibat COVID-19.

    “Artinya 99,2% populasi masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi,” ujar Budi, dalam keterangan pers usai rapat terbatas di Kantor Presiden beberapa waktu lalu,

    Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa antibodi itu disebabkan terbentuk dari vaksinasi serta dari infeksi Covid-19 yang telah terjadi sebelumnya. Kadar antibodi warga Indonesia juga meningkat. Saat ini berada di level 7.000-8.000, sementara sebelumnya berada di kisaran 500-600.

    Menurut Budi, capaian itu menunjukkan masyarakat memiliki kadar antibodi tinggi selain peningkatan antibodi itu sendiri. Jadi akan mengurangi risiko masuk rumah sakit dan wafat saat terinfeksi virus Covid-19.

    “Ini menunjukkan masyarakat bukan hanya yang sudah memiliki antibodi tapi kadar antibodinya tinggi. Sehingga kalau nanti diserang virus daya tahan tubuh bisa cepat menghadapinya, dan mengurangi sekali risiko masuk rumah sakit apalagi risiko untuk wafat,” jelasnya.

    Survei serupa pernah dilakukan Indonesia pada akhir tahun lalu yakni bulan November dan Desember 2021. Saat itu terungkap masyarakat Indonesia sudah punya antibodi sebesar 86,6%.

    Dari jumlah itu, dilaporkan 74% diantaranya telah memiliki antibodi namun belum mendapatkan vaksinasi sebelumnya. Artinya mereka mendapatkannya melalui infeksi Covid-19.

    “Dari belum divaksin pada saat November-Desember 2021, 73,9% sudah memiliki antibodi SARS-CoV-2. Ini karena terinfeksi Covid-19, baik yang diketahui atau tidak tahu terinfeksi,” papar Iwan Ariawan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, pada bulan Maret 2022 lalu.

    Iwan juga mengatakan individu yang telah mendapatkan vaksinasi memiliki antibodi jauh lebih tinggi. Bisa diartikan, vaksin Covid-19 memiliki manfaat untuk meningkatkan penduduk mendapatkan antibodi.

    [Dexpert.co.id]

    (cha/cha)


    High Technology Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.