Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»9 Alasan Sistem Mitra-Aplikasi Dituduh Tak Adil dan Menipu
    Insight News

    9 Alasan Sistem Mitra-Aplikasi Dituduh Tak Adil dan Menipu

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa19 September 2022Updated:19 September 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sistem kerja mitra-perusahaan yang diterapkan pada beberapa aplikasi saat ini kerap dinilai tak adil untuk para pekerja. Model bisnis ini tengah disorot oleh regulator di Amerika Serikat.

    Komisi Perdagangan Federal (FTC), badan federal Amerika Serikat yang memantau potensi monopoli dan kecurangan dalam aktivitas bisnis, tengah menyorot sistem kerja mitra-aplikasi yang dipopulerkan oleh layanan on-demand seperti Uber.

    Di Indonesia, sistem mitra adalah fondasi dari bisnis perusahaan teknologi penyedia layanan on-demand, yaitu Gojek dan Grab.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Lembaga tersebut tengah menyelidiki ekonomi dan kebijakan gig economy yang kompleks serta berpotensi tidak adil karena ‘tindakan dan praktik yang menipu, tidak adil, dan berpotensi melanggar hukum’.

    FTC mengungkapkan 9 alasan perjanjian mitra aplikasi tidak adil dan menipu. Berikut informasinya, dikutip dari Tech Crunch, Senin (19/9/2022):




    Foto: Ilustrasi aturan baru tarif ojek online. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

    1. Kontrol tanpa Tanggung Jawab

    Peran pekerjaan kerap diartikan sebagai memaksimalkan risiko pada para pekerja. Namun di sisi lain, meminimalkan tanggung jawab atau pengeluaran bagi pemberi kerja.

    2. Berkurangnya Daya Tawar

    Ada beberapa alasan mengapa pekerja memiliki kemampuan terbatas untuk mengambil tindakan pada pemberi kerja. Yakni dimulai dari kurangnya transparansi, lingkungan kerja terdesentralisasi, serta pengabaian jalur hukum.

    3. Pasar Terkonsentrasi

    Efek dari jaringan serta subsidi biaya disebut bisa menghambat persaingan. Selain itu membuat pekerja terkunci pada beberapa platform.

    4. Praktik Pembayaran Menipu atau Tidak Adil

    Klaim menyesatkan mengenai struktur serta kebijakan gaji bisa memikat pekerja dengan alasan palsu atau mencegah perbandingan akurat.

    5. Biaya atau Syarat Kerja yang Tidak Diungkap

    Biaya dan pengeluaran terkait pekerjaan sering kali diabaikan atau diremehkan. Praktik ini membuat gaji bersih para mitra terkesan lebih besar dari kenyataan.

    6. Praktik Tidak Adil atau Menipu dari Bos yang “diotomasi”

    Sistem mitra-aplikasi mendistribusi pekerjaan dengan otomatis dngan pemantauan super ketat. Ini bisa menyesatkan, mengubah gaji, peringkat atau memberi kesempatan pada pemberi kerja untuk “menendang” pekerja yang tidak diinginkan.

    7. Syarat Kontrak Tidak Adil dan Mobilitas Terbatas

    Terkait kontrak, juga selalu tidak bisa dinegosiasikan. Bahkan pekerja sering dilarang menggunakan pesaing, melontarkan kritik, atau menuntut.

    8. Penetapan dan Koordinasi Upah

    Praktik ekonomi on-demand dengan sengaja pada penetapan upah, pengurangan tunjangan serta perilaku anti-pekerja terkoordinasi lain.

    9. Konsolidasi dan Monopoli Pasar

    Persaingan yang berkurang bisa menyebabkan monopoli, monopsoni, hingga predatory pricing. Pada akhirnya praktik tersebut melanggar undang-undang antimonopoli.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    AirAsia Indonesia Buka Suara Soal Gaji Ojek Online Rp 10 Juta


    High Technology Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.