Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»83 Juta Orang Bakal Jadi Pengangguran Gegara ChatGPT Cs
    Insight News

    83 Juta Orang Bakal Jadi Pengangguran Gegara ChatGPT Cs

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa4 Mei 2023Updated:5 Mei 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kehadiran AI seperti ChatGPT diprediksi akan menganggu seperempat dari pekerjaan yang ada di dunia dalam 5 tahun mendatang.

    Menurut laporan terbaru dari World Economic Forum (WEF), secara khusus pasar kerja akan mengalami churn 23%.

    Menurut WEF, perusahaan yang disurvei memperkirakan 83 juta pekerjaan akan hilang, meskipun diimbangi dengan penciptaan 69 juta pekerjaan baru lainnya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Ini masih menyisakan defisit 14 juta posisi tereliminasi, yang berarti akan ada kontraksi 2% dari tenaga kerja global, demikian dikutip dari TheNextWeb, Kamis (4/5/2023).

    Laporan tersebut mengidentifikasi 3 faktor utama yang memicu transformasi pasar tenaga kerja yakni transisi hijau (green transition), peningkatan adopsi teknologi baru, dan pertumbuhan ekonomi yang lambat seiring dengan meningkatnya biaya hidup.

    Responden memperkirakan bahwa investasi yang memfasilitasi bisnis transisi hijau dan penerapan standar ESG yang lebih luas akan memiliki efek penciptaan lapangan kerja yang paling kuat, meskipun memang persentase perpindahannya kecil.

    Secara khusus big data analytics, teknologi manajemen perubahan iklim-lingkungan, enkripsi, dan keamanan siber diperkirakan akan menjadi pendorong terbesar pertumbuhan pekerjaan.

    Platform digital, aplikasi, e-commerce, dan AI juga akan menghasilkan lebih banyak pekerjaan daripada yang dihilangkan. Hanya robot yang benar-benar mengambil pekerjaan kita, mengakibatkan hilangnya peran sebesar 11,4%.

    Sejalan dengan itu, AI dan Machine Learning Specialists, Analis Kecerdasan Bisnis, dan Analis Keamanan Informasi menempati urutan teratas dalam daftar peran yang tumbuh paling cepat.

    Kehilangan pekerjaan terbesar, yang terkait dengan peningkatan otomatisasi dan digitalisasi, diperkirakan terjadi paling besar pada peran administratif dan posisi keamanan, pabrik, dan perdagangan tradisional. Ini termasuk, kasir, teller bank, dan pegawai akuntansi, pembukuan dan penggajian.

    Namun terlepas dari berkembang pesatnya teknologi, responden percaya bahwa ancaman terbesar bagi pasar tenaga kerja adalah penurunan ekonomi. Secara khusus, pertumbuhan ekonomi yang lambat ditambah dengan kekurangan pasokan dan inflasi dapat menyebabkan 87,4% dari perpindahan pekerjaan bersih.

    Dari perspektif regional, negara-negara di seluruh dunia diperkirakan akan mengalami tingkat gangguan serupa di pasar kerja, didorong oleh tiga faktor utama yang sama. Presentase lebih rendah di Eropa, Amerika Utara, Timur Tengah, dan Afrika Utara sebesar 21%, sedangkan tertinggi diperkirakan terjadi di Asia Tengah sebesar 25%.



    Hitech for better life Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.