Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»7 Raksasa Teknologi Perang ChatGPT, Siapa Rajanya?
    Insight News

    7 Raksasa Teknologi Perang ChatGPT, Siapa Rajanya?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa3 Maret 2023Updated:3 Maret 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kehadiran ChatGPT membuat para raksasa teknologi berperang merebut hati pengguna. Perang AI ini dilakoni untuk meraih banyak pengguna seperti yang dialami oleh chatbot dari OpenAI sejak diluncurkan belum lama ini.

    Sejak diluncurkan November lalu, ChatGPT langsung jadi bahan pembicaraan banyak orang dan viral di internet. Bahkan penggunanya telah menembus lebih dari 100 juta hanya dalam waktu singkat.

    Tak berdiam diri, Google hingga Spotify tancap gas untuk bisa menyaingi kepopuleran ChatGPT. Berikut 7 perusahaan yang masuk dalam perang AI, dirangkum Jumat (3/3/2023):


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    1. Microsoft

    Microsoft merupakan salah satu perusahaan yang mendukung OpenAI untuk membangun ChatGPT. Ini juga yang dimanfaatkan Microsoft untuk membangun kerajaan AI nya sendiri.

    Perusahaan telah mengumumkan akan mengintegrasikan teknologi ChatGPT ke dalam software-nya dari Word, Excel, serta mesin pencarian Bing. Produk bernama Promotheus ini juga telah diujicoba oleh sejumlah jurnalis sebelum diluncurkan ke publik.

    2. Google

    Google jadi satu nama terdepan yang mencari cara mengalahkan ChatGPT. Belum lama ini raksasa mesin pencairan telah mengumumkan chatbot bernama Bard.

    Bard berasal dari Lamda atau Language Model for Dialogue Applications (model bahasa untuk aplikasi percakapan) yang sudah ada di perusahaan sebelumnya. Namun saat diperkenalkan, Google dikritik karena chatbot-nya masih menunjukkan informasi tidak akurat.

    3. Opera

    Layanan browser ini juga menambahkan chatbot bernama Shorten. Letaknya berada di sidebar Opera.

    Shorten akan memberikan ringkasan pada sebuah topik, dengan begitu bisa memudahkan pengguna mempelajari informasi yang lebih cepat dan ringkas.

    4. Baidu

    Raksasa teknologi asal China, Baidu juga ikut masuk perang AI dengan memperkenalkan chatbotnya sendiri. Bernama Ernie Bot atau Wenxin Yiyan dalam bahasa China, Baidu mengatakan AI yang dia kembangkan dari teknologi yang sudah diperkenalkan sejak 2019.

    Ernie sedang dalam tahapan uji coba. Diperkirakan tahapan tersebut akan selesai pada bulan Maret ini.

    5. Alibaba dan JD.com

    Demam chatbot ala ChatGPT juga masuk ke sektor e-commerce. Raksasa China lainnya Alibaba dan JD.com juga memperkenalkan teknologi seperti ChatGPT pada layanan mereka.

    6. Meta

    Pendiri dan bos Meta, Mark Zuckerberg mengumumkan telah membentuk tim khusus berfokus mengembangkan teknologi AI seperti ChatGPT. Padahal sebelumnya dia dan perusahaannya begitu fokus membangun dunia Metaversenya sendiri.

    Tim AI ini akan dipimpin oleh Chief Product Officer (CPO) Chris Cox. Dia mengatakan tools tersebut akan kreatif dan ekspresif untuk produk Meta seperti WhatsApp, Facebook, dan Instagram.

    “Kami mengeksplor pengalaman dengan teks (seperti chat di WhatsApp dan Messenger), dengan gambar (seperti di Instagram dan format iklan), dan dengan video dan format lainnya,” kata Zuckerberg.

    “Kami memiliki banyak tugas penting untuk memberikan pengalaman yang benar-benar futuristik, tetapi saya bersemangat untuk semua hal baru yang akan kami bangun,” ia melanjutkan.

    7. Spotify

    Terakhir adalah Spotify yang menyematkan AI pada produk baru bernama DJ. Layanan ini seperti saat mendengarkan radio, jadi saat musik diputar maka akan ada komentar lisan untuk trek dan artis yang disukai.

    Namun Spotify juga membuat penggunanya mengatur rekomendasi DJ. Saat rekomendasi tidak akurat hanya tinggal mengetuk tombol fitur maka akan beralih pada genre, artis, atau mood berbeda.



    Hitech for better life Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.