Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»7 Cara Efektif Cegah Kerusakan Otak dan Pikun di Usia Muda
    Inspiring You

    7 Cara Efektif Cegah Kerusakan Otak dan Pikun di Usia Muda

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman7 Juli 2023Updated:7 Juli 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Otak merupakan sebagai pusat kendali tubuh manusia. Untuk itu perlu dijaga kesehatannya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sebagai informasi, rata-rata otak manusia menyusut sekitar 5% per dekade setelah usia 40 tahun. Hal ini dapat berdampak besar pada memori dan fokus. Terlebih lagi, gangguan otak bisa meningkat.

    Pada 2020, sekitar 54 juta orang di seluruh dunia menderita penyakit Alzheimer atau demensia lainnya, dan jumlah itu diperkirakan akan terus bertambah.

    Berikut adalah cara ampuh untuk menjaga otak tetap tajam dan melawan demensia menurut ahlinya:

    1. Kelola kadar gula

    Gula darah adalah bahan bakar utama otak. Ketika kekurangan gula darah, Anda tidak punya energi; tapi jika terlalu banyak, itu bisa menghancurkan pembuluh darah dan jaringan, menyebabkan penuaan dini dan penyakit kardiovaskular.

    Perlu diingat bahwa gula bukanlah musuh selama kadarnya terkendali. Sayangnya, banyak orang tidak sadar sedang mengonsumsi gula karena ia seringkali tersembunyi dalam makanan yang bahkan tidak terasa manis.

    2. Tidur yang berkualitas

    Studi menunjukkan bahwa orang dengan sleep apnea (kurang tidur) yang tidak diobati meningkatkan risiko kehilangan memori rata-rata 10 tahun sebelum populasi umum.

    Bagi kebanyakan orang, otak yang sehat membutuhkan antara 7-9 jam tidur setiap malam.

    Cara untuk meningkatkan daya ingat, meningkatkan kekebalan tubuh:
    * Pertahankan jadwal waktu tidur dan bangun yang konsisten
    * Matikan perangkat elektronik satu jam sebelum waktu tidur
    * Lakukan sesuatu yang menenangkan sebelum tidur, seperti mendengarkan musik lembut atau melakukan latihan pernapasan

    3. Konsumsi makanan bergizi

    Salah satu cara menjaga kesehatan otak adalah mengonsumsi ikan berlemak seperti salmon, alpukat dan bluberi. Sayuran cruciferous seperti arugula, brokoli, kubis Brussel, dan sawi hijau juga bagus untuk otak.

    4. Jalin hubungan sosial

    Dalam sebuah penelitian baru-baru ini, orang berusia di atas 55 tahun yang secara teratur berpartisipasi dalam acara sosial memiliki risiko kehilangan ingatan yang lebih rendah. Peneliti menemukan bahwa itu bukan karena apa yang mereka makan, tetapi efek dari hubungan sosial yang berulang.

    Untuk mengurangi keterasingan dan kesepian, Anda juga dapat melakukan tindakan kebaikan kecil seperti menghubungi seseorang. Serta memberikan pujian tanpa mengharapkan imbalan apa pun dan telepon seseorang yang biasanya Anda hubungi.

    5. Terus belajar keterampilan baru

    Mempertahankan ingatan yang kuat tidak semuanya tentang permainan otak seperti Sudoku, Wordle, dan teka-teki silang. Mempelajari keterampilan dan memperoleh informasi adalah cara yang jauh lebih efektif untuk membuat koneksi baru di otak.

    Semakin banyak koneksi yang Anda buat, semakin besar kemungkinan Anda mempertahankan dan bahkan meningkatkan memori Anda.

    Saat Anda berpikir untuk mempelajari sesuatu yang baru, lakukan pendekatan seperti yang Anda lakukan dengan latihan fisik. Anda ingin melatih otot yang berbeda pada hari yang berbeda.

    Selama minggu ini, cobalah melatih otak Anda dengan memadukan aktivitas mental (belajar bahasa baru atau membaca buku) dan aktivitas belajar fisik (bermain tenis atau sepak bola).

    6. Jangan merokok (dan hindari perokok pasif)

    Perokok memiliki risiko 30% lebih tinggi terkena demensia daripada bukan perokok. Asap rokok mengandung 7.000 bahan kimia dan setidaknya 70 di antaranya dapat menyebabkan kanker.

    Residu asap rokoklah yang menciptakan bau khas pada pakaian atau ruangan. Residu itu sendiri dapat mengeluarkan bahan kimia yang beracun bagi otak.

    7. Jaga tekanan darah dan kadar kolesterol tetap terkendali

    Jantung Anda berdetak kira-kira 115.000 kali sehari, dan dengan setiap detaknya, organ vital ini mengirimkan sekitar 20% oksigen ke dalam tubuh dan otak Anda.

    Tekanan darah tinggi dapat melemahkan otot jantung Anda, dan merupakan salah satu penyebab utama stroke. Idealnya, tekanan darah Anda tidak boleh lebih tinggi dari 120/80.

    Meski demikian, kolesterol juga merupakan zat penting untuk kesehatan otak dan sistem saraf Anda selama kadarnya terkendali. American Heart Association merekomendasikan agar kadar kolesterol Anda diukur setiap empat hingga enam tahun.



    Artikel Selanjutnya


    Cepat Lupa? Begini Cara Melatih Daya Ingat

    (Sumber: CNBC.com )


    Berani sukses Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.