Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»500 Juta Data Pengguna Disebut Bocor, WhatsApp Buka Suara
    Insight News

    500 Juta Data Pengguna Disebut Bocor, WhatsApp Buka Suara

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa28 November 2022Updated:29 November 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – WhatsApp membantah dugaan bocornya hampi 500 juta data pengguna yang dijual bebas di forum hacker. Aplikasi messaging itu mengaku tidak menemukan bukti kebocoran data.

    Laporan yang berawal dari Cybernews itu, dinilai hanya ‘spekulatif’ dan berdasarkan ‘screenshot yang tidak berdasar. Mereka menambahkan tidak menemukan bukti kebocoran data apapun dalam sistem WhatsApp.

    “Klaim yang ditulis di Cybernews didasarkan pada tangkapan layar yang tidak berdasar. Tidak ada bukti kebocoran data dari WhatsApp.” ujar juru bicara WhatsApp, dalam keterangan kepada CNBC Indonesia, Senin (28/11/2022).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dikabarkan sebelumnya, Cybernews mengungkap kebocoran data ini berdasarkan sampel data yang telah mereka selidiki.

    Berawal dari 16 November 2022 lalu, seorang anggota memposting iklan di forum komunitas peretasan terkenal, mengklaim bahwa mereka menjual basis data 2022 dari 487 juta nomor ponsel pengguna WhatsApp.

    Dataset tersebut diduga berisi data pengguna WhatsApp dari 84 negara. Pelaku ancaman mengklaim ada lebih dari 32 juta catatan pengguna berasal dari Amerika Serikat (AS) yang disertakan.

    Sebagian besar nomor telepon lainnya milik warga Mesir (45 juta), Italia (35 juta), Arab Saudi (29 juta), Prancis (20 juta), dan Turki (20 juta).

    Nomor pengguna WhatsApp asal Indonesia juga dijual. Ada lebih dari 130 ribu nomor yang diklaim dimiliki hacker.

    Dataset yang dijual juga diduga memiliki hampir 10 juta nomor telepon warga Rusia dan lebih dari 11 juta warga Inggris.

    Pelaku ancaman mengatakan bahwa mereka menjual kumpulan data seharga US$ 7.000 untuk AS, US$ 2.500 untuk Inggris, dan US$ 2.000 untuk Jerman.

    Informasi tersebut sebagian besar digunakan oleh penyerang untuk serangan smishing dan vishing. Oleh karena itu, disarankan pengguna untuk tetap waspada terhadap panggilan apa pun dari nomor tak dikenal, panggilan dan pesan yang tidak diminta.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Tak Ada Jejak Digital, Ini Cara Kirim Chat WA Hilang Otomatis

    (roy/roy)


    Mind your business Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.