Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»500 Ilmuwan Ciptakan Matahari Buatan Kunci Masa Depan Manusia
    Insight News

    500 Ilmuwan Ciptakan Matahari Buatan Kunci Masa Depan Manusia

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 Desember 2023Updated:8 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Jepang punya matahari buatan untuk sumber energi di masa depan. Lokasinya berada di sebuah hangar yang berlokasi di utara Tokyo.

    JT-60SA merupakan mesin setinggi enam lantai. Mesin itu terdiri dari wadah berbentuk donat bernama tokamak, dan di dalamnya terdapat plasma yang dipanaskan suhunya mencapai 200 juta derajat celcius.

    Namun reaktor fusi nuklir yang baru diresmikan tersebut kabarnya berbeda dengan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) fisi yang ada sebelumnya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Reaktor JT-60SA menggunakan reaksi fusi, yakni teknik pembangkitan listrik dengan menggabungkan dua inti nuklir. Sementara fisi menghasilkan listrik melalui pemecahan inti nuklir.

    Reaktor baru itu dioperasikan sebagai cara membuktikan pembangkit reaksi fusi aman. Bahkan dapat ditingkatkan kapasitas hingga bebas karbon.

    Tujuan paling pentingnya adalah dapat memastikan reaksi fusi menghasilkan lebih banyak energi, dibandingkan dengan yang digunakan pada pembangkitan energi.

    Tak hanya itu, Jepang juga tengah menyiapkan reaktor lain yang berukuran lebih besar dari JT60SA. Saat ini, International Thermonuclear Experimental Reactor (ITER) sedang dibangun di Prancis.

    Keduanya merupakan hasil kerja sama Jepang dengan Uni Eropa. Proyek tersebut bagian dari upaya menyatukan inti nuklir hidrogen di dalam wadah menjadi helium, elemen yang lebih berat.

    Proses itu akan melepas energi berbentuk cahaya dan panas. Persis seperti apa yang terjadi di dalam Matahari.

    “Membawa kami lebih dekat ke energi fusi…Ini merupakan hasil kolaborasi lebih dari 500 peneliti dan insinyur, yang berasal dari lebih dari 70 perusahaan di Eropa dan Jepang,” kata pemimpin proyek JT-60SA, Sam Davis.



    Artikel Selanjutnya


    Waktu Manusia Tinggal 10 Tahun, Tanda Kiamat Bertebaran

    (npb/npb)


    Insight for you Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.