Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»50 Juta Teror Siber Ancam RI di 2023, Paling Parah Sedunia?
    Insight News

    50 Juta Teror Siber Ancam RI di 2023, Paling Parah Sedunia?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 Maret 2024Updated:1 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Perusahaan keamanan siber, Kaspersky menemukan lebih dari 50 juta infeksi lokal sepanjang tahun lalu di Indonesia. Dalam periode yang sama 41,1% pengguna diserang dengan ancaman tersebut.

    Dalam laporan itu, Kaspersky mendeteksi sebanyak 51.261.542 insiden lokal pada komputer partisipan KSN di Tanah Air. Jumlah tersebut memang terus mengalami penurunan sejak tahun 2020, namun masih melebihi angka 50 jutaan.

    Tahun 2022, misalnya, tercatat 56.463.262 insiden yang terdeteksi. Artinya mengalami penurunan 9,21% dibandingkan tahun lalu.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Jumlah serangan tertinggi tercatat pada 2020. Saat itu tercatat lebih dari 111 juta ancaman terdeteksi.

    Ancaman lokal yang terjadi tahun lalu menempatkan Indonesia posisi ke-66 secara global dalam deteksi ancaman lokal. Urutan pertama ditempati Turkmenistan dengan 67,4% pengguna mengalami serangan ancaman lokal.

    Kaspersky juga mengungkapkan penyebab insiden tersebut karena adanya serangan worm dan virus file.

    Dalam keterangan resminya, Kaspersky juga menyinggung soal kebijakan Bring Your Own Devices (BYOD) di dalam negeri. Ini menjadi tantangan dalam menghadapi ancaman kejahatan siber.

    Kaspersky menuturkan banyak karyawan yang akhirnya menggunakan perangkat pribadi untuk terhubung dengan jaringan perusahaan. Aktivitas ini sayangnya bisa menimbulkan ancaman, apabila perangkat milik karyawan tidak dilindungi dari serangan siber.

    Yeo Siang Tiong selaku General Manager Kaspersky Asia Tenggara menjelaskan kebijakan BYOD harus diikuti dengan memberlakukan perangkat pribadi seperti perangkat milik perusahaan. Termasuk perangkat yang digunakan di luar perusahaan harus dilindungi seperti keamanan jaringan di kantor.

    “Oleh karena itu, kami menyerukan kepada organisasi untuk membuat kebijakan keamanan yang harus diterapkan di semua perangkat, apa pun platform nya, dan rangkaian keamanan bisnis tradisional kini tidak dapat menerapkan aturan dan fitur keamanan untuk ponsel cerdas dan tablet,” kata Yeo dalam keterangannya.




    Hitech for better life Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.