Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»4 Tanda Kiamat Bumi Makin Nyata, Tampak dari Jeruk
    Insight News

    4 Tanda Kiamat Bumi Makin Nyata, Tampak dari Jeruk

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 Agustus 2023Updated:15 Agustus 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Bencana alam, cuaca yang tak menentu, hingga maraknya wabah penyakit memengaruhi komoditas pangan utama di seluruh dunia. Laporan Market Insider menyebut harga beras di Asia mencapai titik tertinggi sejak 15 tahun terakhir.

    Sementara itu, di China, harga daging babi merosot dan memicu inflasi ke wilayah negatif. Krisis pangan ini bisa membawa ‘kiamat’ baru di Bumi. Simak selengkapnya.

    Krisis Jeruk

    Cuaca buruk dan penyebaran wabah ‘citrus greening’ yang merupakan penyakit dari serangga, menyebabkan krisis jeruk di Amerika Serikat (AS). Hal ini berdampak pada komoditas jeruk yang berkurang drastis.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    CEO Florida Citrus Mutual mengatakan produksi jus jeruk di AS mencapai titik terendah sejak 100 tahun lalu dengan indikator pengukuran 317,5 USc per lb.

    Mayoritas produksi jeruk di AS berasal dari Florida. Cuaca tak bersahabat dan wabah penyakit buah menyebabkan kelangkaan jeruk, sehingga harganya pun naik gila-gilaan.

    Daging Babi China anjlok

    Harga daging babi China terus menurun hingga 26% per Juli secara tahun-ke-tahun (YoY). Fenomena ini menyusul cadangan yang berlebihan, sehingga terjadi deflasi yang bisa memicu macetnya aktivitas pasar.

    Komoditas daging babi berkontribusi terhadap 3% Indeks Harga Konsumen (IHK), menurut data Economist Intelligence Unit (EIU).

    “Kasarannya, kenaikan harga daging babi sebesar 10% akan mendorong IHK sebesar 0,3%,” kata EIU.

    Biji Coklat Makin Mahal

    Bukan cuma komoditas jeruk, tetapi biji coklat juga mengalami kenaikan harga tertinggi sejak 2011, menurut data Barchart. Kelangkaan biji coklat salah satunya dipengaruhi curah hujan berlebihan di Afrika Barat.

    Cuaca ekstrem membawa wabah penyakit yang menyebabkan biji coklat membusuk. Menurut Barchart, hal ini bisa menyebabkan menurunnya produksi biji coklat. Alhasil, pasar coklat global akan memasuki tahun ketiga defisit untuk periode 2023/2024.

    Harga Beras Asia Meroket

    Kekeringan di Thailand dan India membuat panen beras tak selancar biasanya, sehingga pasokan global pun bermasalah. Laporan Insider menyebut harga beras tak pernah semahal saat ini sejak 15 tahun terakhir.

    Beras putih Thailand naik 5% dan memecahkan rekor ke harga US$ 648 per ton atau tertinggi sejak Oktober 2008. Fenomena El Nino berpengaruh terhadap petani di Thailand. Mereka dianjurkan untuk memakai air lebih sedikit.

    Sementara itu, India yang merupakan produsen beras kunci bagi dunia global juga memberlakukan pelarangan ekspor demi memenuhi kebutuhan domestik. Hal ini turut berpengaruh terhadap tirisnya pasokan beras global.



    Artikel Selanjutnya


    Cuaca Panas Mendidih, BMKG Imbau Warga RI di Zona Merah-Ungu

    (fab/fab)


    Smart your life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.