Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»4 Fakta Gerhana Matahari Hibrida, Ini Dampak dan Cara Amati
    Insight News

    4 Fakta Gerhana Matahari Hibrida, Ini Dampak dan Cara Amati

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 April 2023Updated:13 April 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Jelang momen Lebaran minggu depan akan ada fenomena Gerhana Matahari Hibrida. Tepatnya pada 20 April 2023 dan bisa dilihat di seluruh Indonesia.

    Fenomena tersebut jadi salah satu gerhana yang terjadi sepanjang 2023. Tahun ini akan terjadi dua gerhana Matahari dan dua gerhana Bulan.

    Untuk lebih jelasnya lagi, berikut 4 fakta soal fenomena gerhana matahari hibrida, dirangkum dari berbagai sumber, Kamis (13/4/2023):


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    1. Apa Itu Gerhana Matahari Hibrida

    BMKG menuliskan Gerhana Matahari Hibrida terjadi saat Matahari, Bulan, dan Bumi pada satu garis. Saat itu piringan BUlan lebih kecil dari Matahari dan saat sama dengan Matahari maka bisa teramati dari Bumi atau saat fase puncak.

    Gerhana Matahari Hibrida memiliki tiga macam bayangan Bulan. Yakni Mulai dari antumbra yakni berupa Gerhana Matahari Cincin, Penumbra (terlihat Gerhana Matahari Sebagian), dan wilayah lain terlihat Umbra (Gerhana Matahari Total).

    2. Bisa Dilihat di Indonesia

    Proses Gerhana Matahari Hibrida akan bisa diamati di Indonesia. Untuk Gerhana Matahari Total, berikut daftar daerahnya:

    Pulau Kisar: 13.23.09 WIT (1 menit 10 detik)
    Pulau Maopora: 13.25.05 WIT (0 menit 59 detik)
    Pulau Damar: 13.28.25 WIT (1 menit 24 detik)
    Pulau Watubela: 13.40.49 WIT (1 menit 5 detik)

    Papua Barat

    Kepulauan Antalisa: 13.45.14 WIT (1 menit 11 detik)
    Randepandai: 13.50.32 WIT (1 menit 1 detik)
    Roswar: 13.51.45 WIT (0 menit 57 detik)
    Pulau Num: 13.54.45 WIT (1 menit 5 detik)

    Papua

    Wooi: 13.55.08 WIT (1 menit 11 detik)
    Serui: 13.55.08 WIT (1 menit 11 detik)
    Biak Kota: 13.57.18 WIT (1 menit 5 detik)

    Sementara untuk Gerhana Matahari Sebagian, seluruh kota besar di Indonesia bisa mengamatinya. Namun dengan waktu yang berbeda.

    Misalnya untuk Jakarta, gerhana terjadi pada 09:29:33 WIB selama 2 jam 37 menit. Puncak gerhana teradi 10:45:25 WIB dan berakhir pada 12:06:39 WIB.

    Andi Pangerang dari BRIN menjelaskan Jayapura jadi wilayah paling akhir memulai dan mengakhiri fase Gerhana Matahari Sebagian. Di sana gerhana mulai pukul 12.29.42 WIT dan mengalami puncak pada pukul 14.04.57 WIT.

    3. Dampak Gerhana Matahari Hibrida

    Salah satu yang terjadi saat Gerhana Matahari Hibrida adalah langit berubah jadi gelap seperti malam hari. Selain itu hewan-hewan nokturnal menjadi terjaga.

    Melansir laman Langit Sembilan, Gerhana Matahari Hibrida juga membuat temperatur menjadi lebih sejuk. Terakhir adalah dampak pada mata jika melihat gerhana dengan mata telanjang.

    Sebenarnya pengamatan bisa dilakukan tanpa alat saat Gerhana Matahari Total terjadi. Namun saat proses piringan Bulan meninggalkan Matahari, tidak boleh dilihat dengan mata telanjang dan harus menggunakan kacamata Matahari, teleskop atau binokuler.

    4. Fenomena Gerhana 2023

    Sepanjang 2023 ini, terdapat empat gerhana yang terjadi. Namun hanya tiga saja yang bisa diamati di Indonesia.

    Setelah gerhana matahari hibrida 20 April mendatang, akan ada Gerhana Bulan Penumbra. Gerhana tersebut terjadi pada 5-6 Mei 2023 mendatang. Berikutnya adalah Gerhana Bulan sebagian 29 Oktober 2023.

    Akun Instagram Lapan menuliskan Gerhana Matahari Cincin akan terjadi pada 15 Oktober 2023. Namun Indonesia tidak bisa mengamatinya karena tidak terkena bayangan antumbra maupun penumbra. Saat fase Bulan Baru di Indonesia, Bulan masih beraa di bagian ufuk.


    Mind your business Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.