Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»36 Orang Sengaja Ditulari Virus Covid, Hasilnya Tak Diduga
    Insight News

    36 Orang Sengaja Ditulari Virus Covid, Hasilnya Tak Diduga

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa20 Juni 2024Updated:20 Juni 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, CNBC Indonesia – Sebanyak 36 orang yang belum pernah terinfeksi dan menerima vaksin, rela ditulari dengan virus Covid-19. Eksperimen ini menghasilkan temuan baru yang mengejutkan soal Covid-19.

    Imperial College London menggelar eksperimen penularan Covid-19 tersebut untuk mencari tahu reaksi sistem imun manusia terhadap Covid-19. Penelitian ini dimulai sejak masa awal pandemi. 

    Selama pandemi Covid-19, respons manusia terhadap Covid-19 sangat beragam. Sebagian mengalami gejala sangat parah hingga mengancam jiwa, tetapi banyak juga yang mengalami gejala ringan hingga tanpa gejala sama sekali. 


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dalam eksperimen, 36 orang dewasa ditulari Covid-19 lewat hidung. Sebanyak 16 orang kemudian dimonitor perkembangan infeksinya hingga ke tingkat sel.

    Analisis atas 600.000 sel yang diambil dari partisipan eksperimen mengungkap respons imun atas Covid-19 yang sebelumnya belum pernah diobservasi.

    “Ini adalah kesempatan yang sangat unik untuk melihat respons imun saat berhadapan dengan patogen baru, pada orang dewasa tanpa riwayat Covid, di lingkungan yang waktu infeksi dan komorbid bisa dikendalikan,” kata Rik Lindeboom, salah seorang penulis laporan hasil penelitian seperti dikutip dari IFL Science pada Kamis (20/6/2024).

    Sebanyak 6 dari 16 orang mengalami gejala ringan infeksi Covid-19 dan hasil tes antigen positif. Gejala “transien” ditemukan di 3 orang lainnya, yaitu positif tes PCR dalam beberapa periode tertentu.

    Namun, 7 orang lainnya terus-terusan menerima hasil tes PCR negatif bahkan ketika virus Covid-19 dimasukkan ke dalam hidung mereka. Analisis atas data sel menunjukkan bahwa sistem imun alami mereka merespons cepat “mematikan” virus tersebut, sehingga mereka bahkan tidak mengalami gejala yang biasanya timbul sebagai tanda perlawanan oleh antibodi.

    Di tubuh 7 orang yang “kebal” Covid-19 ini, peneliti menemukan gen bernama HLA-DQA2 di darah dan hidung. Penelitian sebelumnya telah mengaitkan protein HLA-DQA2 dengan gejala Covid-19 yang ringan. Artinya, kemungkinan besar gen tersebut adalah faktor kunci yang membuat sebagian orang sama sekali tak pernah terinfeksi Covid-19.

    Di sisi lain, orang yang menunjukkan gejala Covid mengalami respons imun bertubi-tubi di darahnya tetapi tidak di jaringan hidung. Kondisi ini membuat virus bisa bertahan di hidung mereka.

    “Temuan ini menyorot peristiwa penting di awal yang menentukan virus bertahan atau dibersihkan sebelum gejala muncul,” kata Marko Nikolic, penulis lainnya. “Kami kini punya pemahaman lebih baik tentang respons imun, yang bisa menjadi dasar untuk mengembangkan perawatan potensial dan vaksin yang meniru respons alami manusia.”




    Innovation Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.