Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»3 Insiden Tesla di 2023, Mobil Mahal Banyak Masalah
    Insight News

    3 Insiden Tesla di 2023, Mobil Mahal Banyak Masalah

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa12 Maret 2023Updated:12 Maret 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Tesla memulai tahun 2023 dengan perubahan strategi bisnis yang signifikan. Pada Januari lalu, perusahaan milik Elon Musk tersebut membanting harga untuk produk Model 3 dan Model Y hampir 20%.

    Baru-baru ini, Tesla bahkan memangkas harga mobil termahalnya, Model X hingga US$ 10.000 atau setara Rp 154 jutaan. Selain itu, Model S juga didiskon US$ 5.000 atau sekitar Rp 77 jutaan.

    Alasannya, Tesla ingin meningkatkan daya saing di tengah kondisi ekonomi yang tak menentu. Menurut Musk, banyak orang ingin memiliki mobil Tesla, namun terhalang harga yang mahal.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Di tengah perubahan strategi tersebut, agaknya Tesla masih punya masalah yang harus diselesaikan dengan serius terlebih dahulu. Dalam kurun waktu sebulan terakhir, ribuan unit Tesla harus ditarik dari pasaran (recall) lantaran eror.

    Berikut beberapa insiden Tesla yang bermasalah, dirangkum CNBC Indonesia, Minggu (12/3/2023).

    Februari 2023, Lebih dari 362 Ribu Mobil Tesla Recall karena Eror

    Bulan lalu, sebanyak 362.785 mobil Tesla yang dilengkapi software sistem ‘tanpa sopir’ (self-driving cars) terpaksa harus ditarik kembali. Pasalnya, sistem yang tersemat kerap eror dan berisiko menyebabkan kecelakaan.

    Mobil yang ditarik dilaporkan tetap berjalan lurus saat berada di jalur khusus belokan di persimpangan. Selain itu, ribuan unit mobil juga kerap melanggar rambu lalu lintas.

    Sistem mobil yang dinamai ‘Full Self-Driving Beta’ (FSD Beta) mengalami kesulitan merespons dengan tepat perubahan dalam batas kecepatan. Beberapa model yang terkena dampak penarikan ini adalah Model S dan Model X keluaran 2016-2023, Model 3 keluaran 2017-2023, dan Model Y keluaran 2020-2023.

    Dalam pemberitahuan recall, Tesla mengatakan bakal mengirimkan pembaruan perangkat lunak otomatis alias over-the-air ke mobil untuk mengatasi eror yang terjadi.

    Februari 2023, Tesla Model S Hancur Parah Tabrak Damkar

    Badan Keselamatan Jalan Raya Nasional Amerika Serikat (NHTSA) melakukan penyelidikan atas tabrakan mematikan yang melibatkan Tesla Model S dan truk pemadam kebakaran (damkar) pada 18 Februari 2023.

    Dalam insiden itu, pengemudi Tesla Model S meninggal dunia, seorang penumpang luka parah, dan 4 pemadam kebakaran di dalam truk dilarikan ke rumah sakit.

    Kala itu, damkar sedang parkir dan tiba-tiba dihantam Model S. Hingga kini, masih dilakukan investigasi mengenai kasus ini. Apakah disebabkan kelalaian pengemudi atau gara-gara sistem tanpa sopir Tesla yang mengalami eror.

    Maret 2023, 3.470 mobil Tesla Recall karena Baut Longgar

    Mengawali Maret 2023, Tesla kembali melakukan recall untuk tipe Model Y. Sebanyak 3.470 unit mobil harus ditarik dari peredaran. Alasannya, baut yang terpasang kurang kuat.

    Dalam keterbukaan informasi perusahaan, Tesla melakukan recall besar-besaran untuk Model Y yang diproduksi sepanjang 2022-2023.

    NHTSA menyatakan baut longgar di rangka kursi kendaraan membuat performa sabuk pengaman kurang optimal sehingga meningkatkan risiko cedera jika terjadi kecelakaan.

    Setelah di-recall, Tesla akan melakukan inspeksi baut yang dipasang di kursi baris kedua dan kursi penumpang depan. Jika diperlukan, perusahaan akan memperkuat baut di lokasi rangka tersebut.

    Update terbaru dari insiden ini, sebanyak 120.000 unit model Y tengah dievaluasi lebih lanjut. Hal ini berdampak pada anjloknya saham Tesla sebanyak 3% pekan ini.

    Tiga insiden mobil Tesla eror di atas tentu perlu dijadikan evaluasi serius oleh perusahaan. Deretan kejadian ini khusus untuk tahun 2023 yang baru berjalan 3 bulan. Sebelumnya, sejak 2021 dan 2022 sudah banyak insiden kecelakaan Tesla yang dipicu erornya sistem self-driving.


    Teknologi Informasi Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.