Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»2,7 Miliar Data Netizen Bocor di Internet, Dijual Rp 55,4 Miliar
    Insight News

    2,7 Miliar Data Netizen Bocor di Internet, Dijual Rp 55,4 Miliar

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 Agustus 2024Updated:13 Agustus 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Hampir 2,7 miliar data personal warga di Amerika Serikat (AS) bocor di forum peretasan. Informasi itu mencakup nama, nomor jaminan sosial, alamat, dll.

    Data yang bocor diduga berasal dari National Public Data, sebuah perusahaan yang menghimpun dan menjual akses ke data pribadi untuk pengecekan latar belakang.

    Biasanya klien perusahaan adalah investigator privat untuk melihat rekam jejak kriminal seseorang.

    National Public Data diyakini mengambil informasi personal masyarakat dari sumber publik dan merangkumnya menjadi profil pengguna bagi warga di AS dan beberapa negara lain.

    Pada April lalu, penjahat siber yang dikenal sebagai ‘USDoD’ mengklaim telah menjual 2,9 miliar data personal masyarakat di AS, Inggris, dan Kanada, yang mereka curi dari National Public Data.

    Saat itu, penjahat siber berupaya menjual data tersebut senilai US$ 3,5 juta atau setara Rp 55,4 miliar, dikutip dari BleepingComputer, Selasa (13/8/2024).

    USDoD merupakan penjahat siber yang sebelumnya terkait dengan upaya penjualan database pengguna InfraGard pada Desember 2023. Kala itu, data yang dijual bernilai US$ 50.000 atau setara Rp 792 jutaan.

    BleepingComputer meminta konfirmasi kepada National Public Data, namun tak menerima respons.

    Sejak saat itu, banyak ancaman yang tersebat terkait data yang bocor. Pada 6 Agustus 2024, aktor bernama ‘Fenice’ membocorkan hampir versi penuh dari data yang dicuri dari Natinal Public Data secara cuma-cuma di forum peretasa Breached.

    Fenice mengatakan pembobolan data secara masif itu dilakukan aktor lain bernama SXUL, bukan USDoD.

    Data yang bocor terhimpun dalam 2 file dengan ukuran total 277GB dan berisi 2,7 miliar data. Data itu berbeda dari 2,9 miliar data yang sebelumnya dibagikan USDoD.

    Beberapa orang telah mengonfirmasi ke BleepingComputer bahwa data pribadi mereka dan anggota keluarga termasuk dalam data yang bocor.

    Data yang bocor memuat nama, alamat, hingga nomor jaminan sosial. Sebelumnya, ada juga sampel data yang menunjukkan nomor HP dan email. Namun, data-data itu tak termasuk dalam 2,7 miliar data yang bocor.

    Kebocoran data ini memicu gugatan ke Jerico Pictures yang juga menjalankan bisnis seperti Natinal Public Data. Pengepul data dituduh gagal melindungi data masyarakat.

    Bagi warga AS, Inggris, dan Kanada, diharapkan lebih waspada terhadap modus penipuan seperti phishing, sebab nomor telepon mereka sudah banyak yang bocor.

    Semoga kejadian serupa tak terjadi di Indonesia. Untuk itu, tetap waspada dengan berbagai upaya penipu membobol data pribadi Anda.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Perkuat Karakter Siswa Lewat Digitalisasi Pendidikan, Gimana Caranya?




    Next Article



    Segera Hapus Jejak Digital Agar Tak Menyesal, Ini Cara dan Langkahnya



    Insight for you Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.