Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»260 Ribu Hacker Bela Ukraina, Siap Serang Balik Rusia?
    Insight News

    260 Ribu Hacker Bela Ukraina, Siap Serang Balik Rusia?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa4 Maret 2022Updated:5 Maret 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    hacker as lumpuhkan internet korut
    Keyboard hacker AS
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Ajakan Menteri Digital Ukraina Mykhailo Fedorov kepada hacker dunia untuk membentuk “Tentara TI” untuk membantu melawan serangan militer Rusia dapat respons positif.

    Livia Tibirna, analis di perusahaan keamanan siber Sekoia, mengatakan 260 ribu sukarelawan bergabung dengan ‘Tentara TI’ peretas. Ada sejumlah daftar target potensial dari kelompok tersebut, mulai dari perusahaan dan institusi di Rusia, dikutip AFP, Jumat (4/3/2022).

    The Star menuliskan tindakan yang dilaporkan hingga saat ini terbatas pada serangan denial of service atau DoS. Yakni sejumlah permintaan dikirim ke sebuah situs secara terkoordinasi agar website tersebut tak bisa akses. Selain itu laman situs yang dirusak juga telah terjadi.

    Para tentara dunia maya itu juga bisa meminta para hacker untuk mengindentifikasi situs Rusia tertentu dan informasinya dikirimkan ke spesialis. Clement Domingo, pendiri grup Hacker Without Borders, mengatakan mereka dikatakan mampu melakukan tindakan instruktif yang lebih canggih seperti pencurian atau penghancuran data.

    Namun dia dan pakar lain menyarankan para peretas untuk tidak ikut aktivitas tersebut. Sebab terlalu banyak risiko untuk bergabung dengan gerakan ini.

    “Ada risiko hukum misalnya,” kata peneliti keamanan siber, Swithack. Serangan situs web dan menembus server disebut sebagai kejahatan.

    Selain itu serangan balik juga menjadi salah satu risiko para peretas ikut aktivitas ini, kata Domingo.

    Peneliti di Sekoia, Felix Aime mengatakan peretas yang tidak berpengalaman bisa menemukan diri mereka terjebak diantara penyusup dari grup lawan. Pada akhirnya bekerja sama dengan lawan tersebut.

    Perang siber memang tidak terhindarkan sejak serangan Rusia ke Ukraina terjadi. Salah satu kelompok populer, Conti juga telah menyatakan dukungan pada Rusia saat ini.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)


    Innovation Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.