Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»174 Akun Radikal Diblokir, Menkominfo: Demi Pemilu Damai
    Insight News

    174 Akun Radikal Diblokir, Menkominfo: Demi Pemilu Damai

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa31 Agustus 2023Updated:3 September 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sebanyak 174 akun dan konten terkait indoktrinasi dan radikalisme di-takedown oleh Kementerian Kominfo. Jumlah tersebut dikumpulkan sepanjang bulan Juli hingga Agustus 2023.

    “Sejak awal bulan Juli 2023 sampai hari ini, Kominfo menemukan total 174 akun dan konten indoktrinasi dan penyebaran paham radikalisme. Sesuai arahan Bapak Presiden Jokowi untuk menciptakan Pemilu 2024 Damai, Kominfo segera melakukan take down akses konten tersebut,” kata Menteri Kominfo, Budi Arie Setiadi, dikutip dari laman resmi Kominfo, Kamis (31/8/2023).

    Dari 174 akun dan konten, paling banyak berada di platform X. Terdapat 166 konten yang ditemukan dalam media sosial yang dulu bernama Twitter.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Selain itu ditemukan juga di Facebook sebanyak 46 konten, 11 konten Instagram, dan 1 konten Youtube.

    Pemutusan akses tersebut, menurut Budi, dilakukan sesuai dengan UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

    “Kementerian Kominfo terus melakukan pencarian konten dalam situs web atau platform dengan menggunakan mesin AIS setiap dua jam sekali,” jelasnya.

    Kerja sama juga dilakukan dengan berbagai lembaga yakni TNI dan BNPT. Ini dilakukan sebagai upaya untuk menelusuri akun-akun penyebar konten terkait terorisme, radikalisme dan separatisme.

    Hasil pemantauan bersama itu, menunjukkan adanya peningkatan pada penyebaran konten radikalisme. Seperti terkait Jemaah Ansharud Daulah (JAD) dan Jamaah Islamiah (JI).

    “Hasil pantauan bersama TNI dan BNPT menunjukkan peningkatan signifikan penyebaran konten radikalisme. Ada yang terafiliasi Jemaah Ansharud Daulah (JAD) dan Jamaah Islamiah (JI),” kata Budi.

    Budi juga meminta masyarakat untuk menghindari konten terkait hal tersebut. Termasuk juga mengimbau langsung melaporkan temuan radikalisme, terorisme, dan separatisme, ke kanal yang telah disediakan pihaknya.

    “Jika menemukenali keberadaan situs seperti itu dapat melaporkannya ke aduankonten.id atau akun X @aduankonten,” pungkasnya.


    Artikel Selanjutnya


    Medsos Ganggu Mental Gen Z, Warga RI Termasuk Parah


    Insight for you Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.