Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»13 Penyebab Utama Perceraian, No.1 Bukan Selingkuh
    Inspiring You

    13 Penyebab Utama Perceraian, No.1 Bukan Selingkuh

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman16 Oktober 2024Updated:16 Oktober 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    JakartaDexpert.co.id – Setiap pasangan yang memilih untuk berumah tangga tentunya menginginkan pernikahan yang utuh dan bahagia. Namun, ternyata berbagai macam alasan juga tetap bisa meruntuhkan pernikahan tersebut.

    Pada akhirnya, perceraian pun dipilih dan menjadi solusi akhir yang menyakitkan. Banyak alasan yang bisa menjadi penyebab dari perceraian tersebut.

    Mengutip laporan Forbes Advisor, sebagian besar orang kemungkinan mengira bahwa alasan utama perceraian adalah masalah finansial. Namun ternyata, konflik terbesar pertama yang dihadapi pasangan yang bercerai bukanlah uang.

    Alasan paling umum perceraian adalah kurangnya dukungan dari keluarga. Namun, ada alasan lain mengapa hubungan berakhir, tergantung pada seberapa lama pasangan tersebut telah menikah.

    Sebagian besar orang kemungkinan mengira bahwa alasan utama perceraian adalah masalah finansial. Namun ternyata, konflik terbesar pertama yang dihadapi pasangan yang bercerai bukanlah uang

    Berikut adalah daftar penyebab perceraian menurut studi:

    1. Kurangnya dukungan dari keluarga (43 persen)

    2. Perselingkuhan atau hubungan di luar pernikahan (34 persen)

    3. Ketidakcocokan (31 persen)

    4. Kurangnya kedekatan (31 persen)

    5. Terlalu banyak konflik atau pertengkaran (31 persen)

    6. Stres keuangan (24 persen)

    7. Kurangnya komitmen (23 persen)

    8. Perbedaan dalam pendekatan sebagai orang tua (20 persen)

    9. Menikah terlalu muda (10 persen)

    10. Nilai atau moral yang bertentangan (6 persen)

    11. Penyalahgunaan zat (3 persen)

    12. Kekerasan dalam rumah tangga secara fisik dan/atau emosional (3 persen)

    13. Gaya hidup yang berbeda (1 persen)

    Secara total, sebanyak 43 persen perceraian dipicu oleh dukungan dari keluarga yang kurang. Sementara itu, 34 persen perceraian disebabkan oleh perselingkuhan alias hubungan lain di luar pernikahan.

    Forbes melaporkan, salah satu pemicu gagalnya pernikahan adalah tujuan dari pernikahan yang tidak tercapai. Sebagian besar pasangan umumnya menikah karena persahabatan, keamanan finansial, kenyamanan, asuransi kesehatan, alasan hukum, atau keinginan untuk memulai sebuah keluarga.

    Pasangan yang menikah karena tekanan masyarakat atau keluarga kemungkinan besar bercerai karena perselingkuhan. Sementara, pasangan yang merasa tertekan untuk masuk ke dalam komitmen cenderung tidak mampu mempertahankan pernikahannya.

    Lalu, pasangan yang menikah untuk formalitas dan memenuhi keinginan lingkungan sekitar cenderung bercerai karena kurangnya keintiman.

    (hsy/hsy)

    Saksikan video di bawah ini:

    Wow! KDRT Hingga Masalah “Uang” Bikin Angka Perceraian RI Meroket




    Next Article



    Ini Dia 13 Profesi Paling Rawan Selingkuh, No.2 Mengejutkan



    Selalu Semangat Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.