Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»12 Gejala GERD yang Jarang Disadari, Termasuk Bau Mulut
    Inspiring You

    12 Gejala GERD yang Jarang Disadari, Termasuk Bau Mulut

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman1 Maret 2023Updated:2 Maret 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah suatu kondisi ketika asam lambung mengalir naik kembali ke kerongkongan (refluks asam) sehingga menyebabkan sensasi perih dan panas terbakar pada tulang dada (heartburn). Nyeri yang ditimbulkan oleh GERD sering kali membuat aktivitas sehari-hari terganggu.

    GERD menjadi salah satu masalah kesehatan utama yang banyak menghantui beberapa negara, termasuk Indonesia. Diketahui, 1 dari 4 orang atau setidaknya 24,8% penduduk Indonesia mengalami GERD

    GERD disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kebiasaan merokok, mengonsumsi alkohol di atas batas wajar, stres, penggunaan obat-obatan khusus, dan kondisi kesehatan tertentu.

    Berikut tanda-tanda GERD yang jarang disadari sebagian orang, dirangkum dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases dan Mayo Clinic.

    1. Mulas yang tidak kunjung sembuh selama seminggu
    2. Nyeri di bagian tengah atau tulang belakang dada dan terasa seperti terbakar
    3. Disfagia atau kesulitan menelan atau terasa sakit saat menelan
    4. Muntah terus-menerus
    5. Pendarahan saat Buang Air Besar (BAB)
    6. Berat badan mendadak turun tanpa sebab
    7. Sering bersendawa
    8. Waterbrash atau kelebihan air liur secara tiba-tiba
    9. Sakit tenggorokan yang berkepanjangan
    10. Radang gusi
    11. Suara serak di pagi hari, dan
    12. Bau mulut

    Tanda-tanda GERD yang konsisten menyebabkan peradangan dan luka terbuka di esofagus. Pada akhirnya, hal ini akan meningkatkan risiko kerusakan jaringan atau kanker esofagus. Tak jarang pula pengidapnya merasakan gangguan kecemasan atau psikologis jika kondisinya sudah sangat fatal.

    Guna mendiagnosis kondisi, dokter menyarankan untuk endoskopi saluran pencernaan atas atau pengujian tingkat keasaman ambulatori (pH) di kerongkongan. Psikoterapi juga bisa dianjurkan jika pengidap GERD membutuhkan perawatan kejiwaan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT


    Artikel Selanjutnya


    7 Kebiasaan Ini Bisa Cegah Asam Lambung & GERD Kumat

    (Sumber: CNBC.com )


    Selalu Semangat Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.