Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»10 Mandat Joe Biden Bikin Google-Apple Cs Terguncang
    Insight News

    10 Mandat Joe Biden Bikin Google-Apple Cs Terguncang

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa31 Oktober 2023Updated:31 Oktober 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden baru saja mengeluarkan Peraturan Presiden (Executive Order) dalam rangka meregulasi perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).

    Menurut Wakil Kepala Staf Gedung Putih Bruce Reed, aturan baru pemerintahan Joe Biden adalah yang paling kuat diberlakukan oleh suatu negara terkait penerapan AI.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Rancangan peraturan baru ini sudah digodok selama beberapa bulan terakhir, di bawah blueprint Biden-Harris untuk ‘AI Bill of Rights’.

    Pemerintah juga sudah memegang komitmen dari 15 perusahaan teknologi untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam mengembangkan AI yang aman dan bertanggung jawab.

    Gedung Putih agaknya tak ingin menunggu Kongres untuk menetapkan kebijakan legislatif, melainkan langsung mengeluarkan Executive Order dalam mengatur AI.

    Pasalnya, teknologi yang populer berkat kemunculan ChatGPT tersebut makin ramai digunakan untuk kehidupan sehari-hari. Urgensi aturan ini menjadi prioritas, sebab dampak buruknya sudah mengintai jika tak dimitigasi.

    Ada 10 mandat Joe Biden yang tertuang dalam Executive Order tersebut. Berikut, dirangkum dari Mashable, Selasa (31/10/2023.

    1. Pengembang sistem AI dominan (OpenAI, Google, Microsoft, Apple) harus membagikan hasil dari pengujian keamanan teknologinya ke pemerintah.
    2. Pengujian keamanan teknologi AI harus memenuhi standar tinggi yang ditetapkan National Institute of Standards Technology.
    3. Perusahaan harus mengutamakan keamanan dalam pengembangan model AI untuk sains dan proyek yang berhubungan dengan biologi
    4. Konten olahan AI harus dilabeli.
    5. Melanjutkan ‘AI Cyber Challenge’, yakni inisiatif dari pemerintahan Joe Biden untuk menjalankan program keamanan siber yang memastikan berbagai celah keamanan pada sistem AI terus ditingkatkan.
    6. Bertumpu pada Kongres untuk menjalankan aturan privasi data.
    7. Mengevaluasi kebijakan data perusahaan teknologi.
    8. Membasmi diskriminasi yang dilakukan oleh AI.
    9. Menarik talenta-talenta global terbaik untuk mengembangkan AI.
    10. Memastikan pengembangan AI tetap melindungi lapangan pekerjaan manusia yang saat ini tersedia.

    Berbagai aturan ini akan menjadi panduan dan menciptakan batasan bagi raksasa teknologi dalam mengembangkan AI. Dengan begitu, mereka tak bisa semena-mena dalam memanen data, menggiring opini publik, serta ‘membunuh’ lapangan pekerjaan lewat penerapan AI.


    Artikel Selanjutnya


    Pengacara Tertipu ChatGPT, Dibuatkan Kasus Rekayasa

    (fab/fab)


    Hitech for better life Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.