Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»1 Juta Warga Indonesia Masih Berobat ke Luar Negeri
    Inspiring You

    1 Juta Warga Indonesia Masih Berobat ke Luar Negeri

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman24 April 2024Updated:24 April 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti darurat tenaga kesehatan di Indonesia. Dia menyebut, rasio dokter di Indonesia ada di level 0,47 jika dibandingkan dengan jumlah penduduk di Tanah Air.  Akibat rasio yang sangat rendah tersebut, banyak warga Indonesia yang akhirnya memilih mencari pengobatan di luar negeri. 

    “Ada 1 juta lebih warga negara kita berobat ke luar negeri, ke Singapura, Malaysia, Jepang, Amerika, Eropa,” ujar Presiden saat menghadiri Rakernas Kesehatan di ICE BSD, Tangerang, Rabu (24/4/2024). 

    “Dan kita kehilangan US$11,5 miliar, kalau dirupiahkan itu Rp 180 T hilang karena warga kita tidak mau berobat di dalam negeri. Pasti ada alasan kenapa enggak mau.”


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Presiden menyadari, Indonesia punya PR besar dalam memajukan sektor kesehatan di Indonesia. Selain mengejar ketertinggalan jumlah dokter, Jokowi menyebut Indonesia juga harus mendorong industri farmasi di Tanah Air. Apalagi saat ini sebagian besar bahan baku industri farmasi masih impor.

    “Kemudian 52% alkes (alat kesehatan) kita juga belum (produksi sendiri). Urusan yang kecil-kecil ini harus kita berani memproduksi sendiri.”

    Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyinggung soal target Indonesia Emas 2024. Untuk mencapai target itu, kata dia, dibutuhkan masyarakat Indonesia yang kuat dan sehat. 

    Kementerian Kesehatan, kata Budi, memiliki program transformasi kesehatan yang pendekatannya melibatkan semua sektor untuk mendukung pencapaian Indonesia Emas 2024.

    “Pendekatan harus digerakkan dalam bentuk movement di mana semua social capital dirajut membangun masyarakat yang sehat,” ucap Menkes. 

    Mengacu standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), rasio jumlah dokter, termasuk dokter umum dan spesialis, yang ideal, yaitu 1/1000 atau 1 dokter per 1000 penduduk. Apabila sebuah negara berhasil memenuhi “golden line” tersebut, maka dapat dikategorikan berhasil dan bertanggung jawab kepada rakyatnya di bidang kesehatan.

    Angka terakhir yang di dapatkan dari WHO dan juga World Bank, rasio Indonesia berada di 0,47/1000. Angka ini membawa Indonesia menempati posisi ketiga terendah di ASEAN setelah Laos 0,3/1000 dan Kamboja 0,42/1000.


    Artikel Selanjutnya


    Jokowi Mau Penerima LPDP Meningkat 5 Kali Lipat

    (hsy/hsy)


    Innovation Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.