Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»1.775 Konten Porno Gentayangan di X/Twitter, Ini Alasan Batal Diblokir
    Insight News

    1.775 Konten Porno Gentayangan di X/Twitter, Ini Alasan Batal Diblokir

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa28 Juni 2024Updated:28 Juni 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) batal memblokir X/Twitter di Indonesia. Sebelumnya, wacana pemblokiran itu ditengarai kebijakan perusahaan yang mengizinkan peredaran konten pornografi di platformnya.

    Di Indonesia, aturan yang berlaku melarang penyedia platform untuk memfasilitasi konten negatif, salah satunya terkait pornografi.

    Direktur Pengendalian Aplikasi Informatika Ditjen Aptika Teguh Arifiyadi mengatakan pihaknya sudah memberikan surat peringatan kepada X/Twitter. Isinya adalah meminta klarifikasi dan komitmen untuk menghapus konten pornografi untuk akses di Indonesia.

    “Kebetulan X/Twitter kami komunikasi langsung ke Asia Pasifik, karena di Indonesia sudah tidak ada lagi [timnya]. Kami minta penjelasan, kemudian mendapat penjelasan bahwa mereka berkomitmen untuk Indonesia khususnya, pornografi tetap menjadi konten yang dilarang,” ia menjelaskan kepada CNBC Indonesia, Jumat (28/6/2024).

    Namun, meski komitmen X/Twitter patuh terhadap aturan di Indonesia, belum berarti platform milik Elon Musk itu langsung bersih dari konten negatif.

    Teguh menjelaskan hal ini karena konten-konten yang tersebar di X/Twitter berasal dari pengguna atau istilahnya user generated content (UGC). Untuk itu, Kominfo terus melakukan patroli dengan manusia dan mesin untuk memantau peredaran konten negatif.

    Jika ada temuan, Kominfo langsung mengajukan ke platform untuk segera menghapusnya. Sejauh ini, tingkat kepatuhan platform menjadi salah satu indikator apakah platform masih bisa beroperasi di Indonesia.

    “Kan kami punya report internal. Misalnya, X/Twitter saya kasih contoh itu tingkat kepatuhan 87,38%, tingkat kepatuhan untuk melakukan takedown konten dari request pemerintah. Yang request pemerintah ada 18.949, yang belum di-takedown ada 1.775,” ia menuturkan.

    “Tapi perkara apakah sekarang bersih? Tidak ada jaminan, tidak ada satupun platform sosial media yang bersih dari pornografi, judi, ataupun sejenisnya,” ia menambahkan.

    Yang membedakan satu platform dengan platform lain terkait penanggulangan konten negatif adalah tingkat kepatuhan dan waktu respons.

    “Ada platform media sosial yang respons time-nya sangat cepat. Contoh misalnya TikTok, cepat sekali. Ada yang agak lambat misalnya Telegram, agak lambat,” ia menjelaskan.

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Pentingnya Skalabilitas Cloud Untuk Pertumbuhan Bisnis Startup


    (fab/fab)

    Hitech for better life Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.