Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»1.000 Konten Kekerasan Dihapus Medsos, Ada Soal Perang Gaza
    Insight News

    1.000 Konten Kekerasan Dihapus Medsos, Ada Soal Perang Gaza

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa7 Januari 2024Updated:7 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Pemerintah Australia meminta media sosial memblokir lebih dari 1.000 konten kekerasan dan ekstremis. Beberapa unggahan termasuk terkait perang di Gaza.

    The Guardian melaporkan Kementerian Dalam Negeri setempat menandai 1.375 postingan antara 7 Oktober-14 Desember 2023 di media sosial. Sementara yang telah diblokir berjumlah 1.094 postingan.

    Juru bicara kementerian menjelaskan rujukan termasuk postingan terkait konflik di Gaza. Namun jumlahnya tidak dipisahkan, dikutip Minggu (7/1/2024).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sementara dalam periode yang lebih panjang, antara 1 Juli hingga 21 Desember 2023. terdapat 3.052 postingan kekerasan dan ekstrimis yang diminta dihapus. Terbanyak adalah berada di Twitter/X menjadi 71,9%.

    Dalam periode tersebut, X menghapus 2.152 postingan atau 98% yang telah diminta. Untuk platform lain, 43,8% telah dihapus.

    Khusus bulan Oktober, saat perang di Gaza pecah, terdapat 745 postingan diminta untuk dihapus. Dari jumlah tersebut 586 unggahan atau 78,7% telah diblokir.

    Sebelumnya Menteri Komunikasi Australia, Michelle Rowland khawatir penyebaran konten kekerasan di media sosial saat perang di Gaza terjadi. Dia menuliskan kekhawatirannya itu dalam surat kepada Twitter/X tertanggal 11 Oktober 2023.

    Dia mengatakan mengetahui sebaran foto dan video serangan secara online. Tak lupa, Rowland mengucapkan terima kasih pada upaya pemblokiran yang dilakukan platform milik miliarder Elon Musk itu.

    “Saya sadar foto dan video serangan mengerikan beredar secara online dan ingin berterima kasih sebelumnya atas upaya dalam mencegah penyebaran konten kekerasan dan teroris,” ucapnya.

    Twitter/X juga diingatkan soal kewajiban memantau dan mencegah konten ekstremis kekerasan dalam platformnya. Jika tak patuh, platform harus bersiap mendapatkan denda hingga $15 juta atau 10% omzet tahunan.

    Pada Oktober, Rowland juga bersurat kepada platform digital lain, penyedia layanan internet dan asosiasi industri. Mereka diingatkan soal kewajibannya.


    Artikel Selanjutnya


    Konflik Hamas Pecah, Raksasa Chip Amerika Boikot Israel

    (fsd/fsd)


    Hitech for better life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.