Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»1.000 Driver Ojol dan Kurir Bakal Demo Besok, Ada Apa?
    Insight News

    1.000 Driver Ojol dan Kurir Bakal Demo Besok, Ada Apa?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa28 Agustus 2024Updated:28 Agustus 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Kamis (29/8/2024) besok, sejumlah kelompok ojek online (ojol) dan kurir lokal se-Jabodetabek akan melakukan demo. Aksi demo itu akan menuju ke kantor platform dan juga pemerintah.

    “Pada hari Kamis 29/8/2024 dari beberapa kelompok rekan-rekan ojek online dan kurir lokal Jabodetabek akan lakukan aksi damai dengan tuntutan yang akan diutarakan baik kepada perusahaan aplikasi maupun kepada pihak Pemerintah,” kata Ketua Umum Garda Indonesia, Igun Wicaksono dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (28/8/2024).

    Dia menjelaskan aksi akan dilaksanakan jam 12:00 WIB. Rutenya adalah Istana Merdeka, kantor Gojek dan kantor Grab. “Informasi dari rekan-rekan kami bahwa aksi akan diikuti sekitar 500-1000 pengemudi ojol dari berbagai komunitas di Jabodetabek,” kata Igun.

    Harapannya perusahaan aplikasi bisa menghormati penyampaian pendapat para mitranya. Ini dilakukan sebagai sesuatu yang perlu diperhatikan.

    Selain juga mengharapkan pemerintah bisa menyimpulkan permasalahan yang berulang terus-menerus di dalam ekosistem transportasi online.

    Asosiasi Pengemudi Transportasi Daring Roda Dua Nasional Garda Indonesia menghormati dan mendukung aksi selagi tidak mengganggu keamanan dan ketertiban. Karena, dia menyebut adanya kesamaan nasib pengemudi yang tertekan oleh perusahaan dan pemerintah belum berbuat banyak.

    Menurutnya, status hukum ojek online juga masih ilegal tanpa adanya aturan berupa undang-undang. Tanpa itu, maka perusahaan dinilai dapat berbuat sewenang-wenang dan tanpa sanksi dari pemerintah.

    “Dengan belum adanya legal standing bagi para pengemudi ojol maka perusahaan aplikasi bisa berbuat sewenang-wenang tanpa ada solusi dari platform dan tanpa dapat diberikan sanksi tegas oleh Pemerintah, hal inilah yang membuat timbulnya berbagai gerakan aksi protes dari para mitra,” ungkap dia.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Malaysia Diserbu Raksasa Teknologi Asing, RI Malah Kena ‘PHP’


    High Technology Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.