Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Wujud Imaji Daya Tarik ‘Gula’
    Inspiring You

    Wujud Imaji Daya Tarik ‘Gula’

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman14 Juli 2023Updated:15 Juli 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Memasuki usia separuh baya, sebagian besar laki-laki menginginkan keintiman yang intens dengan istrinya. Dalam hal ini, mereka kembali ingin merasakan perasaan ‘berbunga-bunga’, seperti saat masih berpacaran atau baru menikah dengan istri.

    Namun, tidak semua laki-laki mendapatkan keinginan tersebut dari istrinya, baik saat istri masih hidup maupun sudah meninggal. Akibatnya, sebagian dari mereka mencari pelampiasan, salah satunya menjadi ‘sugar daddy.‘

    Dalam beberapa waktu belakangan ini, istilah sugar daddy ramai diperbincangkan di media sosial. Bahkan, tidak sedikit warganet yang mengaku ingin menjadi ‘sugar baby‘ alias pihak yang menerima sejumlah benefit dari sugar daddy.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Asal usul istilah sugar daddy

    Melansir dari Dating Wise, istilah ‘sugar daddy‘ mengacu pada seorang laki-laki kaya raya dan dewasa. Sosok sugar daddy adalah orang yang dengan murah hati memberikan dukungan keuangan dan hadiah mewah kepada seorang ‘teman muda’-nya sebagai imbalan atas kebersamaan atau hubungan romantis.

    Istilah ‘sugar daddy‘ dapat dikaitkan dengan konsep ‘sugar‘ yang menyimbolkan kekayaan, kemewahan, dan hal-hal indah dalam hidup. Hubungan antara ‘gula’ dan memanjakan seseorang secara material telah ada sejak berabad-abad karena gula adalah komoditas langka dan bernilai tinggi yang melambangkan kemakmuran, kekuasaan, dan wibawa.

    Pada awal abad ke-20, istilah ‘sugar daddy‘ mulai muncul dalam kata slang dan budaya populer Amerika. Istilah ini diperkirakan muncul dalam komunitas Afrika-Amerika pada masa Harlem Renaissance.

    Seiring dengan popularitas hubungan ‘sugar daddy‘, istilah ini menyebar di luar komunitas-komunitas tertentu dan mulai digunakan secara lebih luas.

    Istilah ‘sugar daddy‘ dikaitkan erat dengan jenis perjanjian tertentu, yakni ketika laki-laki kaya memberikan dukungan finansial kepada pasangan yang lebih muda alias sugar baby.

    Secara padanan kalimat, sugar daddy seakan merepresentasikan imaji tentang kelezatan dan mengundang pemikiran tentang kemewahan, keinginan, dan daya tarik dari makanan manis. Serupa dengan gula yang memberikan rasa menyenangkan dalam hidup, sugar daddy dianggap memberikan rasa manis melalui kemurahan hati dan dukungan finansial dalam hubungan romantis.

    Selain karena kekayaan, istilah sugar daddy juga digandrungi karena kata ‘daddy‘ memunculkan perasanaan dilindungi dan dinafkahi. Hal ini mencerminkan peran yang sering dijalankan oleh sugar daddy sebagai figur mentor atau penyedia dalam hubungan tersebut.

    Selain itu, istilah ‘daddy‘ juga dapat menandakan perbedaan usia yang signifikan antara sugar daddy dan sugar baby.

    Sugar Daddy di Indonesia

    Hasil survei yang dilakukan oleh situs dating, Seeking Arrangement, menunjukkan bahwa Indonesia masuk ke dalam sepuluh besar negara dengan sugar daddy terbanyak di Asia.

    Menurut survei yang dilakukan per 2021 tersebut, jumlah sugar daddy di Indonesia mencapai 60.250. Melalui jumlah tersebut, Indonesia menduduki peringkat kedua sebagai negara dengan sugar daddy terbanyak.

    Sementara itu, posisi teratas negara dengan sugar daddy terbanyak diraih oleh India dengan jumlah sebanyak 338 ribu.

    (hsy/hsy)


    Inspirasi Sukses Selalu Semangat
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.