Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Warga Gaza Konsumsi Makanan Burung, Kelaparan Parah
    Inspiring You

    Warga Gaza Konsumsi Makanan Burung, Kelaparan Parah

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman23 Januari 2024Updated:23 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Warga Palestina yang mengungsi di Kamp Pengungsi Jabalia, Gaza Utara dilanda krisis bahan makanan sehari-hari sehingga terpaksa mengonsumsi makanan hewan.

    Melansir dari Al Jazeera, warga Palestina yang terdampak serangan Israel mengaku menderita akibat kesulitan mendapat makanan sehari-hari di tengah kelangkaan bahan makanan dan bantuan kemanusiaan.

    Salah satu pengungsi mengaku, tidak sedikit pengungsi yang terpaksa mengonsumsi jagung khusus makanan burung dan hewan demi bertahan hidup.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Kami tidak punya makanan, hanya sisa sedikit. Kami tidak punya tepung. Sementara ada banyak orang di tengah [terbatasnya] jumlah makanan yang ada,” ungkap salah seorang pengungsi, dikutip Selasa (23/1/2024).

    “Kami telah hidup menderita selama 104 hari. Hari ini, kami mencari makanan sehari-hari. Tidak ada tepung atau gandum. Orang makan jagung, tapi ini makanan untuk burung dan hewan, bukan untuk manusia,” lanjutnya.

    Melansir dari CNN Internasional, Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan dan Gizi Terpadu (IPC) melaporkan bahwa sekitar 2,2 juta warga Gaza menghadapi kerawanan pangan akut tingkat tinggi atau lebih buruk.

    Sebagai informasi, sebanyak 25.295 orang di Gaza dilaporkan tewas sejak dimulainya perang Israel-Hamas pada 7 Oktober 2023 lalu. Selain itu, data Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan ada 63 ribu orang luka-luka.

    Pada Minggu (21/1/2024) lalu, militer Israel mengatakan bahwa aktivitas militer di Gaza terus berlanjut dengan “puluhan teroris telah dilenyapkan dan sejumlah besar senjata telah ditemukan.”

    Mengutip dari Reuters, Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, menolak rencana kesepakatan damai terbaru di Gaza. Ia menegaskan tidak akan menerima persyaratan yang diajukan Hamas untuk mengakhiri perang dan membebaskan sandera, termasuk penarikan total Israel dan membiarkan Hamas berkuasa di Gaza.

    “Sebagai imbalan atas pembebasan sandera kami, Hamas menuntut diakhirinya perang, penarikan pasukan kami dari Gaza, pembebasan semua pembunuh dan pemerkosa … Dan membiarkan Hamas tetap utuh,” klaim Netanyahu dalam sebuah pernyataan.

    “Saya langsung menolak syarat penyerahan monster Hamas,” imbuhnya.



    Artikel Selanjutnya


    5 Rekomendasi Buku tentang Palestina Beserta Link Download

    (hsy/hsy)


    Gaya Hidup Terkini Ide Sukses
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.