Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Wanita Mau Buang Anak Diduga Alami Baby Blues, Ini Gejalanya
    Inspiring You

    Wanita Mau Buang Anak Diduga Alami Baby Blues, Ini Gejalanya

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman5 September 2023Updated:5 September 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Beberapa waktu belakangan ini, viral video seorang perempuan diduga hampir membuang bayinya ke rel Commuter Line (KRL) Stasiun Pasar Minggu, Jakarta, akibat baby blues, Sabtu (2/9/2023) lalu.

    Melansir dari CNN Indonesia, Manager External Relations & Corporate Image Care KAI Commuter, Leza Arlan, menyatakan bahwa perempuan tersebut berniat untuk melakukan percobaan bunuh diri dengan melompat ke rel saat KRL melintas akibat masalah keluarga.

    “Dari hasil mediasi antara petugas KAI Commuter dengan pengguna tersebut dan pihak keluarganya, pengguna tersebut memohon maaf karena khilaf dan mencoba untuk mengakhiri hidupnya,” ujar Leza, dikutip Selasa (5/9/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia, sejumlah warganet Indonesia masih belum mengetahui dan memahami definisi baby blues yang sempat diduga dialami oleh perempuan tersebut.

    Apa itu baby blues?

    Melansir dari Healthline, baby blues adalah periode ketidakstabilan emosi seorang perempuan beberapa hari setelah melahirkan. Umumnya, baby blues ditandai dengan rasa sedih, cemas, stres, dan perubahan suasana hati yang ekstrem. Sekitar satu dan empat ibu di dunia mengalami baby blues.

    Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti apa penyebab baby blues. Namun, para ahli menyebutkan bahwa hal ini terjadi karena fluktuasi atau ketidakpastian hormon pasca-melahirkan.

    Setelah melahirkan, tubuh akan mengalami fluktuasi hormon secara ekstrem untuk membantu seorang ibu melewati masa pemulihan, mengembalikan rahim ke ukuran normal, dan meningkatkan laktasi.

    Selain itu, penyebab baby blues pada ibu juga diduga akibat jadwal tidur yang tidak teratur dan perubahan gaya hidup esktrem setelah melahirkan.

    Biasanya, gejala baby blues dimulai pada dua hingga tiga hari setelah melahirkan. Pada sebagian kasus, baby blues akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu sekitar sepuluh hari. Namun, ada pula kasus baby blues yang mencapai berminggu-minggu pasca-persalinan. 

    Berikut gejala umum baby blues pasca-melahirkan yang harus dikenali.

    1. Mudah menangis tanpa alasan yang jelas

    2. Mengalami perubahan suasana hati dan mudah tersinggung

    3. Merasa tidak memiliki ikatan emosional dengan bayi

    4. Merasa kehilangan masa-masa menyenangkan dalam hidup

    5. Khawatir atau cemas berlebihan tentang kesehatan dan keselamatan bayi

    6. Mudah merasa gelisah

    7. Insomnia

    8. Sulit berpikir jernih dan membuat keputusan


    Artikel Selanjutnya


    Bukan Pelakor, Ini Penyebab No.1 Perceraian Menurut Studi

    (hsy/hsy)


    Ide Sukses Selalu Semangat
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.