Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Viral Kepiting Purba yang Berdarah Biru, Ternyata Kaya Manfaat
    Inspiring You

    Viral Kepiting Purba yang Berdarah Biru, Ternyata Kaya Manfaat

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman4 Maret 2024Updated:4 Maret 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Kepiting tapal kuda mendadak viral di media sosial X (sebelumnya Twitter) karena memiliki darah berwarna biru. Selain memiliki darah yang unik, kepiting yang juga disebut sebagai Horseshoe Crab ini viral karena merupakan hewan purba.

    “Dia namanya kepiting tapal kuda. Dia hewan purba dan sudah ada sejak lebih dari 400 juta tahun lalu. Warna darah dia biru (yang di gambar),” tulis seorang warganet melalui akun forum diskusi (@convomfs), dikutip Senin (4/3/2024).

    Salah satu hal yang membuat kepiting purba ini viral karena ada salah satu balasan yang mengungkapkan bahwa harga darah biru milik kepiting tapal kuda sangat fantastis, yakni Rp734 juta per 3,7 liter.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Menurut laporan Business Insider, satu galon darah kepiting tapal kuda memang dibanderol sangat mahal, yakni US$60 ribu atau sekitar Rp944,13 juta (asumsi kurs Rp15.735/US$).

    Lantas, mengapa darah kepiting tapal kuda berwarna biru dan mahal?

    Manfaat darah biru dari kepiting tapal kuda

    Melansir dari laman resmi Natural History Museum, kepiting tapal kuda adalah fosil hidup yang sudah ada selama 450 juta tahun dan selamat dari zaman es. Kepiting yang dapat ditemukan di sekitar pantai India, Vietnam, China, Kalimantan, dan Jepang bagian selatan ini memiliki darah berwarna biru karena mengandung pigmen pernapasan berbasis tembaga atau hemosianin.

    Berkat darahnya, kepiting tapal kuda dinilai memiliki jasa besar bagi kehidupan manusia karena berperan dalam pembuatan vaksin dan obat-obatan. Darah biru yang terkandung di dalam kepiting tapal kuda mengandung sel kekebalan dan sangat sensitif terhadap bakteri beracun.

    “Ketika sel-sel tersebut bertemu dengan bakteri yang menyerang, mereka menggumpal di sekitarnya dan melindungi seluruh tubuh kepiting tapal kuda dari racun,” tulis Natural History Museum, dikutip Senin (4/3/2024).

    Saat ini, para ilmuwan menggunakan sel darah kepiting tapal kuda untuk mengembangkan tes Limulus Amebosit Lisat (LAL) yang memeriksa kontaminasi pada vaksin baru. Selain itu, LAL ini juga digunakan untuk mendeteksi patogen dalam obat-obatan yang sangat diperlukan seperti antibiotik suntik. Hal inilah yang membuat kepiting tapal kuda berjasa dalam membantu kehidupan manusia.

    Dilaporkan, lebih dari 100 vaksin sedang diuji oleh para ahli. Di sejumlah negara dunia, para peneliti mengandalkan darah kepiting tapal kuda dalam tes penting tersebut.

    Tidak hanya untuk menguji vaksin, PBS NewsHour melaporkan bahwa darah biru kepiting ini kerap dipanen dan digunakan para peneliti medis dan pembuat obat serta perangkat medis untuk menguji kotoran berbahaya dalam vaksin, prostetik, dan obat-obatan intravena.

    Sebagai catatan, kepiting tapal kuda terbagi atas empat spesies. Tiga di antaranya, yakni kepiting tapal kuda tiga tulang belakang (Tachypleus tridentatus), kepiting tapal kuda pesisir (Tachypleus gigas) dan kepiting tapal kuda bakau (Carcinoscorpius rotundicauda) tinggal di Asia, yaitu di sekitar pantai India, Vietnam, China, Kalimantan, dan Jepang bagian selatan.

    Selain bermanfaat bagi manusia, kepiting tapal kuda juga bermanfaat bagi hewan lain di sekitar mereka. Menurut para ahli, telur kepiting tapal kuda adalah “camilan yang bergizi” bagi burung-burung yang bermigrasi.

    “‘Kepiting tapal kuda merupakan penghubung penting bagi keanekaragaman hayati pesisir. Salah satu fungsi ekologisnya adalah menghasilkan jutaan telur di pantai untuk memberi makan burung pantai, ikan, dan satwa liar lainnya,” tulis International Union for Conservation of Nature (IUCN).

    “Cangkang kerasnya yang besar berfungsi sebagai habitat mikro bagi banyak spesies lain, seperti spons, kepiting bakau, remis, dan siput,” lanjut IUCN.

    Meskipun sering dikembalikan ke pantai setelah darahnya dipanen, hidup berdampingan dengan manusia bisa menjadi sulit bagi kepiting tapal kuda. Selain beberapa mati karena pendarahan, mereka sering digunakan sebagai umpan memancing.

    Bahkan, kepiting tapal kuda di Asia menjadi salah satu korban dari dampak buruk polusi, naiknya permukaan air laut, dan pekerjaan bangunan.

    (hsy/hsy)


    Berani sukses Inspirasi Sukses
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.