Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Tiap Hari 160 Anak di Gaza Tewas, WHO Desak Jeda Kemanusiaan
    Inspiring You

    Tiap Hari 160 Anak di Gaza Tewas, WHO Desak Jeda Kemanusiaan

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman9 November 2023Updated:9 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa rata-rata sekitar 160 anak di Gaza, Palestina, tewas setiap harinya akibat serangan Israel. 

    “Berdasarkan angka Kementerian Kesehatan di Gaza, rata-rata sekitar 160 anak terbunuh setiap harinya,” kata juru bicara WHO, Christian Lindmeier, dalam konferensi pers di Jenewa, Swiss, dikutip dari Anadolu Agency, Kamis (9/11/2023).

    Maka dari itu, Lindmeier kembali menegaskan “kebutuhan mendesak” untuk jeda kemanusiaan demi meringankan penderitaan masyarakat Palestina. Terlebih, rakyat Palestina saat ini hidup dengan kekurangan bahan makanan, air, dan bahan bakar.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Ribuan orang di Gaza tewas dan mereka yang hidup mengalami trauma, penyakit, dan kekurangan makanan serta air,” ujar Lindmeier.

    “Mereka membutuhkan air, bahan bakar, makanan, dan akses yang aman terhadap layanan kesehatan untuk bertahan hidup,” lanjutnya.

    Menurut Lindmeier, seluruh bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Gaza sudah siap untuk dikirimkan. Namun, pemberian bantuan masih terkendala akibat sulitnya akses yang aman dan terjamin.

    “Kami membutuhkan akses yang aman dan terjamin, serta tanpa hambatan untuk bisa mencapai pasien dan rumah sakit di Gaza,” kata Lindmeier.

    Selain itu, Lindmeier juga menyinggung kondisi darurat yang dialami rumah sakit di bagian utara Gaza, seperti membludaknya jumlah pasien, bahan bakar yang terbatas, hingga stok obat-obatan yang semakin menipis.

    Lindmeier mengatakan, seluruh dokter di Gaza benar-benar kehabisan stok medis untuk merawat pasien. Bahkan, mereka terpaksa mengoperasi pasien tanpa obat bius.

    Ia mengaku, selama lebih satu bulan perang antara Israel dan Hamas, WHO hanya mampu satu kali membawa dan memberikan pasokan medis. Selain itu, seluruh pasokan medis langsung digunakan karena bersifat darurat

    “Seluruh persediaan langsung diterima dan segera dibawa ke ruang operasi karena segala sesuatu yang dibawa, termasuk anestesi, diperlukan saat itu juga,” kata Lindmeier.

    Berdasarkan data terbaru Kementerian Kesehatan Gaza, sebanyak 10.568 warga dilaporkan tewas dan 4.324 lainnya luka-luka. Dari keseluruhan korban, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.

    Sementara itu, lebih dari 155 orang di Tepi Barat terbunuh dan 2.250 orang lainnya luka-luka. Di Israel, sebanyak 1.400 orang tewas dan lebih dari 7.198 orang terluka.


    Artikel Selanjutnya


    Kenali Gejala Enterovirus, Virus Mematikan ‘Penyerang’ Bayi

    (dce)


    Gaya Hidup Terkini Never Give Up
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.