Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Terungkap Biang Kerok Banyak Warunk Upnormal Yang Tutup
    Inspiring You

    Terungkap Biang Kerok Banyak Warunk Upnormal Yang Tutup

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman2 Mei 2023Updated:3 Mei 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Warunk Upnormal dulu sering dijadikan tempat makan dan nongkrong anak-anak muda di Indonesia. Namun kini, restoran tersebut mulai tumbang satu persatu.

    Diketahui, Warunk Upnormal sudah menutup permanen sejumlah gerai di berbagai kota dan pulau. Hal itu pun menjadi perbincangan warganet di media sosial Twitter, beberapa waktu lalu.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengatakan bahwa restoran memang paling terpukul selama pandemi Covid-19 karena aturan jaga jarak yang memicu tutup massal bisnis ini.

    “(Restoran) Bisa sangat mudah untuk tutup, buka lagi dan lain sebagainya, tapi ini adalah PR kita,” kata Hariyadi beberapa waktu lalu.

    Lebih lanjut, ia mengatakan ada beberapa faktor mengapa bisnis restoran begitu rentan. Salah satunya karena pemilik restoran belum memiliki kompetensi yang cukup baik dalam manajemen dan sumber daya manusia untuk mengelola usahanya.

    Kemudian biaya sewa tempat yang terlalu tinggi juga jadi masalah. Untuk menutupi biaya sewa, maka restoran harus menjual lebih banyak kuantitas.

    Jika tidak mencapai target, maka resto bakal kesulitan untuk membayar berbagai kewajibannya.

    Selain itu, permasalahan lainnya menurut Sekretaris Jenderal PHRI Maulana Yusran, maraknya aktivitas sosial dan ekonomi setelah pembatasan ketat di era pandemi Covid-19, ternyata belum diikuti pemulihan usaha. Di sisi lain, jelasnya, pengusaha harus melunasi kewajibannya ke pihak bank meski masih dalam kondisi babak belur.

    “Semua pihak melihat kan traffic-nya meningkat, berarti sudah terjadi pemulihan padahal kejadian 2020-2021 dan sampai berkembang ke tahun 2022 terhadap kewajiban perbankan itu juga cukup besar. Banyak kewajiban di dalam situ (pendapatan) yang termasuk untuk kewajiban perbankan mereka yang mereka punya tanggungan di sana,” ujar Maulana.

    Upaya untuk menyelamatkan restoran harus segera dilakukan agar tidak semakin banyak gerai yang tutup. Apalagi kontribusi terhadap pajak khususnya ke pemerintah daerah juga besar.

    “Justru sektor restoran ini yang menyumbang sebetulnya melebihi daripada hotel, kalau kita bicara dari pajaknya,” kata Maulana.

    (Sumber: CNBC.com )


    Ide Sukses Inspirasi Sukses
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.