Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Ternyata Tahu Sumedang Ditemukan Orang China, Ini Kisahnya
    Inspiring You

    Ternyata Tahu Sumedang Ditemukan Orang China, Ini Kisahnya

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman18 Agustus 2024Updated:18 Agustus 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    JakartaDexpert.co.id – Tahu Sumedang memiliki cita rasa yang khas, bagian luar renyah berwarna coklat dan bagian dalamnya berwarna putih yang lembut dan gurih. Meski dikenal sebagai makanan asli Sumedang, rupanya Tahu Sumedang bukan diproduksi oleh orang Sumedang asli.

    Tahu sumedang diciptakan oleh pasangan imigran China yang datang ke kota Sumedang pada tahun 1900-an. Mereka adalah Ong Ki No dan istrinya, yang melakukan perjalanan jauh dari China untuk berdagang.

    Tidak diketahui secara pasti apa yang dijual oleh mereka. Namun, pada suatu waktu, makanan China sangat dirindukan oleh istri Ong.

    Dia sangat menyukai tao-fu (kini disebut tahu). Tetapi tidak bisa menyantapnya karena tidak ada kacang kedelai di Sumedang.

    “Karena perasaan sayangnya kepada sang istri, Ong Ki No rela pergi berkeliling mencari kadang kedelai di wilayah yang masih asing untuknya,” tulis peneliti BRIN M. Luthfi Khair A. dan Rusydan Fath, dalam Tahu Sejarah Tahu Sumedang (2021).

    Beruntung, Ong cepat menemukan kebun kacang kedelai di wilayah Conggeang, Sumedang. Dia pun segera mengolahnya dan jadilah tahu pertama di Sumedang.

    Tahu tersebut berjenis tahu putih yang direbus. Istri Ong menyukai dan selalu lahap menyantap tahu buatan Ong.

    Alhasil, saking bucinnya kepada istri, Ong hampir memasak tahu setiap hari sebagai santapan utama. Ong juga kadang membagikan tahu buatannya secara gratis ke sesama etnis Tionghoa atau tetangga di hari raya.

    Tak jarang juga dia menjual tahu tersebut di lapak jualannya. Namun, antusias orang terhadap tahu tersebut sangat rendah.

    Bukan soal karena berbayar atau tidak, tetapi memang lidah mayoritas orang Sumedang tidak bisa menerima tahu buatan Ong.

    Singkat cerita, akibat penurunan omset, Ong dan istri memilih pulang kampung ke China di tahun 1917.

    Pada tahun yang sama, datang anak Ong, Ong Bung Keng, ke Sumedang untuk meneruskan bisnis ayahnya. “Kegagalan orang tuanya dalam menjual tahu membuat Ong Bung Keng berpikir tentang apa yang harus dia lakukan agar tahu tersebut lebih menarik,” tulis peneliti BRIN itu.

    Hingga akhirnya dia punya ide agar menggoreng tahu putih tersebut. Hasilnya ternyata membuat tahu bertekstur garing, ada rongga dan lebih gurih dibanding direbus biasa.

    Selain itu, saat digoreng, muncul aroma tahu yang wangi sekali. Aroma inilah yang kemudian berhasil menarik perhatian banyak orang.

    Satu per satu mencicipinya dan tahu goreng itu viral. Namun, Ong Bung Keng belum berniat menjualnya.

    Sampai akhirnya pada 1928, Bupati Sumedang Pangeran Soeriaatmadja, tak sengaja berjumpa Ong di tengah perjalanan. Dia berhenti karena teralihkan oleh aroma menusuk hidup yang sangat wangi. Rupanya itu tahu goreng buatan Ong.

    Dia pun segera mencicipi dan langsung meminta Ong menjual tahu goreng itu karena menurutnya pasti bakal laku. Sejak itulah, tahu goreng dijual pertama kali di Sumedang. Harganya sekitar 3 peser atau 1,5 sen.

    Mengutip Detik Jabar, tahu buatan Ong itu dikenal sebagai tahu Bungkeng dan sudah berlangsung selama 4 generasi atau 1 abad lebih, dimulai dari Ong Kino (1900), kemudian Ong Bungkeng (1917), Ong Yukim (1970) dan Suryadi Ukim bersama anaknya, Edric Wang hingga sekarang.

    (mkh/mkh)

    Saksikan video di bawah ini:

    Laris Manis Bisnis Klink Kecantikan Kekinian Saat Daya Beli Tertekan


    Gaya Hidup Terkini Inspirasi Sukses
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.