Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Tanda Psikopat yang Bisa Dikenali Sejak Usia Balita
    Inspiring You

    Tanda Psikopat yang Bisa Dikenali Sejak Usia Balita

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman24 Juli 2024Updated:24 Juli 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Orang dengan gangguan psikopat ternyata seringkali tidak disadari keberadaannya. Pada umumnya, psikopat sulit terdeteksi karena penderitanya dapat terlihat atau berpenampilan normal. Tidak hanya itu, mereka bahkan cenderung mudah disukai banyak orang.

    Ciri-ciri psikopat ternyata dapat muncul sejak dini atau selama masa kanak-kanak. Gangguan ini bisa semakin parah seiring bertambahnya usia. Mereka mungkin tidak menunjukkan kekejamannya terus-terusan, tetapi ternyata ada beberapa ciri psikopat yang bisa Anda lihat pada anak.

    Dalam terminologi kejiwaan saat ini, pola tersebut secara umum dikenal dengan istilah Antisocial Personality Disorder (APD).

    Pada tahun 2013, American Psychiatric Association menggambarkan APD sebagai gangguan perilaku dengan sifat tidak berperasaan dan tidak emosional untuk anak-anak berusia 12 tahun ke atas dalam manual diagnostiknya. Ini adalah kondisi serius yang mencerminkan defisit interpersonal. Hal ini juga dapat dikaitkan dengan perilaku berbahaya.

    Namun, orang dengan psikopat seringkali disalahpahami. Mereka sering digambarkan sebagai pembunuh massal seperti di film. Faktanya, beberapa penderita psikopat kemudian menjadi wirausahawan dan pemimpin bisnis yang sukses.

    Melansir Very Well Family, sebuah penelitian memperkirakan bahwa sekitar 3% pemimpin bisnis sebenarnya menderita psikopat. Peneliti memperkirakan sekitar 1% populasi orang dewasa memenuhi kriteria psikopat.

    Tanda anak psikopat

    Sebuah studi pada 2016 yang dilakukan oleh para peneliti di Universitas Michigan menunjukkan bahwa tanda-tanda awal psikopati dapat dilihat pada anak-anak berusia 2 tahun. Bahkan pada usia ini, mereka menunjukkan perbedaan dalam empati dan hati nurani.

    Studi tersebut menilai perilaku tidak berperasaan dan tidak emosional (CU) pada anak usia 2 hingga 4 tahun berdasarkan ciri berikut:

    1. Anak tidak tampak bersalah setelah melakukan kesalahan

    2. Hukuman tidak mengubah perilaku anak Anda.

    3. Anak egois/tidak mau berbagi

    4. Anak sering berbohong

    5. Anak licik dan mencoba menyakiti Anda

    Para peneliti menindaklanjuti anak-anak tersebut lagi ketika mereka berusia 9 tahun. Mereka menemukan bahwa anak-anak yang paling banyak menunjukkan masalah perilaku saat balita atau anak prasekolah, lebih cenderung menunjukkan masalah perilaku yang berhubungan dengan psikopat di kemudian hari di masa kanak-kanak.

    Seorang anak dengan psikopat menunjukkan ciri-ciri yang mirip dengan orang dewasa yang menderita psikopat. Misalnya, mereka mungkin melakukan tindakan menyakiti hewan atau mencoba membunuh hewan untuk kesenangan.

    Remaja terkadang melakukan tindakan menyakiti dan membunuh hewan demi kepuasan seksual. Hal ini sering terjadi pada gangguan psikopati/perilaku dan gangguan kepribadian antisosial.

    Diagnosa psikopat

    Tidak ada satu tes pun yang menunjukkan bahwa seorang anak mungkin menderita psikopat, namun psikolog memiliki beberapa tes untuk membantu mereka menilai dan mengukur gejala yang dialami anak.

    Salah satu penilaian yang paling umum digunakan adalah Youth Psychopathic Traits Inventory (YPI). Instrumen ini merupakan instrumen self-report, artinya remaja diberikan tes dan diminta menjawab pertanyaan tentang dirinya. Ini dimaksudkan untuk mengukur ciri-ciri kepribadian, bukan perilaku.

    Tes ini menilai gejala-gejala berikut:

    1. Tidak jujur

    2. Narsisme

    3. Berbohong

    4. Manipulasi

    5. Sifat tidak berperasaan

    6. Tidak emosional

    7. Tidak punya belas kasih

    8. Impulsif

    9. Mencari sensasi

    10. Tidak bertanggung jawab

    (hsy/hsy)

    Saksikan video di bawah ini:

    Meski Menjanjikan, Ini Tantangan Bisnis Skincare Anak di Indonesia





    Next Article



    Daftar Negara Termahal untuk Besarkan Anak, Ternyata Ada di Asia



    Berani sukses Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.