Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Tamu KTT ASEAN ‘Tersihir’ Alunan Musik Sasando dari NTT
    Inspiring You

    Tamu KTT ASEAN ‘Tersihir’ Alunan Musik Sasando dari NTT

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman6 September 2023Updated:6 September 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Jamuan makan malam (gala dinner) untuk para kepala negara, delegasi, dan undangan KTT ASEAN 2023 di Hutan Kota by Plataran, Senayan, Jakarta, dibuka dengan alunan alat musik Sasando asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (6/9/2023).

    Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia, gala dinner dibuka dengan lagu berjudul “What a Wonderful World.“ Seketika, para tamu KTT ASEAN ke-43 ‘tersihir’ dengan petikan Sasando dari atas panggung.

    Melansir dari laman resmi Direktorat Jenderal Kebudayaan Republik Indonesia, Sasando adalah alat musik dari Pulau Rote, NTT. Alat musik yang terbuat dari daun lontar melengkung ini dimainkan dengan cara dipetik.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT




    Foto: Suasana gala dinner atau jamuan makan malam dalam serangkaian acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN pada Rabu malam (6/9/2023) di Hutan Kota by Plataran, Jakarta. (Tangkapan Layar youtube Kemkominfo TV)

    Kisah di balik munculnya alat musik Sasando

    Konon, Sasando muncul ketika seorang pemuda bernama Sangguana terdampar di bagian luar selatan Indonesia, Pulau Ndana. Ketika ditemukan, Sangguana langsung dibawa oleh penduduk setempat untuk menghadap Raja di Istana.

    Selama tinggal di Istana, Sangguana menunjukkan bakat seni yang luar biasa. Berkat hal tersebut, putri sang Raja terpikat dan meminta Sangguana untuk membuat alat musik yang belum pernah ada.

    Ketika sedang memikirkan alat musik yang akan dibuat, Sangguana tiba-tiba bermimpi sedang memainkan alat musik. Terinspirasi dari mimpi tersebut, Sangguana menciptakan alat musik bernama Sandu yang artinya bergetar.

    Hingga saat ini, masyarakat dari Tanah Rote, NTT, menyebut alat musik Sasando sebagai ‘Sasandu’ yang berarti alat bergetar atau berbunyi. Dalam bahasa Kupang, Sasando adalah alat musik dawai yang dimainkan dengan cara dipetik.

    Masyarakat Rote percaya bahwa seseorang harus mengoleskan minyak kelapa yang dicampur dengan laba-laba di jari-jemari jika ingin pandai bermain Sasando.

    Melansir dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, Sasando memiliki jenis yang berbeda-beda. Menurut perkembangannya, Sasando dibagi menjadi tipe tradisional dan elektrik.

    Sementara itu berdasarkan suaranya, Sasando dibagi menjadi beberapa jenis, yakni Sasando engkel, Sasando dobel, Sasando gong dan Sasando biola. Sasando engkel adalah jenis Sasando yang memiliki 28 dawai. Sementara, Sasando dobel memiliki 56 atau 84 dawai sehingga memiliki lebih banyak jenis suara.


    Artikel Selanjutnya


    Bikin Salah Fokus, Potret Pangeran Brunei di KTT ASEAN 2023

    (hsy/hsy)


    Smart your life True Success
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.