Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Sudah Desember Tapi Kok Masih Panas Mendidih? Ini Kata BMKG
    Inspiring You

    Sudah Desember Tapi Kok Masih Panas Mendidih? Ini Kata BMKG

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman21 Desember 2023Updated:22 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Wilayah Jakarta dan sekitarnya masih dipanggang suhu panas meski sudah bulan Desember. Padahal, menurut prediksi Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Indonesia sudah memasuki musim penghujan di penghujung tahun. Fenomena cuaca apa yang sedang terjadi?

    Analisa BMKG menyebut bahwa kondisi suhu panas dan cuaca terik pada siang hari ternyata tidak hanya terjadi di Jabodetabek, tetapi juga di beberapa wilayah yang terletak di sekitar selatan ekuator. Ini terjadi karena aktivitas pola tekanan rendah di sekitar Laut China Selatan menyebabkan aliran massa udara basah ke arah selatan ekuator berkurang. Akibatnya, kandungan uap air menjadi sedikit di selatan ekuator, sehingga hujan masih langka.

    “Kandungan uap air yang sedikit di selatan ekuator menyebabkan kurangnya pertumbuhan awan hujan di wilayah Jawa – Nusa Tenggara sehingga sinar matahari secara intens langsung ke permukaan bumi di wilayah tersebut,” ungkap BMKG, dikutip Kamis (21/12/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Meskipun hampir seluruh wilayah Pulau Jawa dan Nusa Tenggara dilanda suhu panas dan cuaca terik, hujan intensitas lebat sudah terjadi di sebagian wilayah Sumatra Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.

    “Penyebabnya adalah pola tekanan rendah di sekitar Laut China Selatan sehingga secara tidak langsung turut membentuk pola pertemuan serta belokan angin yang menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan hujan di sekitar Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi,” jelas BMKG.

    Menurut BMKG, hujan intensitas sedang – lebat masih berpotensi terjadi di sebagian wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

    Kapan musim hujan di Pulau Jawa?

    Menurut BMKG, pola tekanan rendah di Laut China Selatan masih dapat berlangsung dalam dua hingga tiga hari ke depan.

    “Diprediksi cenderung melemah sehingga terjadi potensi peningkatan curah hujan di wilayah Jawa – Nusa Tenggara mulai 23 Desember 2023,” papar BMKG.

    Terakhir, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap berwaspada terhadap kemungkinan potensi cuaca ekstrem selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

    “Tetap waspada terhadap kemungkinan potensi cuaca ekstrem selama periode NATARU 2023/2024,” tegas BMKG.


    Artikel Selanjutnya


    Daftar Kota Terpanas Indonesia, Nomor 1 Tembus 38,6 Celcius

    (hsy/hsy)


    Ide Sukses Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.