Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Sudah Ada Kasus Mycoplasma Pneumoniae di DKI, Ini Kata Dinkes
    Inspiring You

    Sudah Ada Kasus Mycoplasma Pneumoniae di DKI, Ini Kata Dinkes

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman5 Desember 2023Updated:5 Desember 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menerima laporan kasus anak yang terinfeksi Mycoplasma pneumoniae berdasarkan hasil tes polymerase chain reaction (PCR).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Sudah ada beberapa kasus dilaporkan di Jakarta anak terinfeksi mycoplasma,” ungkap Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi, dan Imunisasi Dinkes DKI Jakarta, dr. Ngabila Salama, dikutip dari detikhealth, Selasa (5/11/2023).

    Saat ini, beberapa anak yang positif terinfeksi bakteri Mycoplasma pneumoniae sedang dirawat di rumah sakit. Namun, Dinkes DKI Jakarta masih merinci total jumlah dan lokasi penyebaran kasus tersebut.

    dr. Ngabila menyebutkan, gejala utama yang dialami oleh pasien Mycoplasma pneumoniae adalah sesak napas.

    “Gejala utamanya sesak napas karena radang paru atau pneumonia. Kalau dia berat, kondisinya pasti dirawat inap karena butuh tatalaksana lebih lanjut,” ujar dr. Ngabila.

    Berkaitan dengan masuknya kasus infeksi bakteri Mycoplasma pneumoniae ke Indonesia, dr. Ngabila mengimbau masyarakat, terutama orang tua untuk mewaspadai kemungkinan penularan infeksi. Terlebih, kekebalan tubuh umumnya sedang menurun akibat peralihan musim saat ini.

    “Pencegahan perlu digalakkan dengan perilaku hidup bersih dan sehat dikencangkan,” tegas dr. Ngabila.

    Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat untuk kembali menggunakan masker saat berada di keramaian dan tempat umum, seperti sekolah, kantor, hingga ruangan tertutup.

    “Terutama bagi yang sedang sakit sebaiknya tidak keluar rumah atau memakai masker di sekolah, ruang kerja, ruang indoor lainnya. Juga tentunya rutin mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun,” kata dr. Ngabila.

    Sebagai informasi, bakteri Mycoplasma pneumoniae diduga sebagai penyebab utama penyakit pneumonia ‘misterius’ pada anak-anak yang melonjak di China.

    Dokter spesialis paru dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Dr. dr. Erlina Burhan menjelaskan bahwa Mycoplasma pneumoniae adalah kuman yang sudah ada sejak lama, bahkan sebelum Covid-19 muncul.

    dr. Erlina mengatakan, Mycoplasma pneumoniae adalah bakteri yang ditularkan melalui cairan droplet di udara dan dapat menimbulkan gejala khas berupa batuk hingga beberapa minggu atau bulan.

    “Mycoplasma ini adalah bakteri yang berukuran sangat kecil, memiliki genomen pendek hanya 0,58 hingga 2,20 Mb dan ditularkan dengan cairan droplet melalui udara,” jelas dr. Erlina dalam konferensi pers daring, dikutip Selasa (5/12/2023).

    Selain batuk yang dapat memburuk dan dapat bertahan hingga beberapa minggu atau bulan, mycoplasma pneumoniae juga ditandai dengan gejala lainnya yang umumnya muncul satu hingga empat minggu setelah terinfeksi, yakni.

    1. Sakit tenggorokan
    2. Lemas
    3. Demam
    4. Nyeri kepala
    5. Ditemukan efusi pleura (penumpukan cairan di rongga pleura) atau eksaserbasi Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK)

    “Sementara itu gejala yang timbul pada anak-anak di China itu bersin-bersin, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, mata berair, kadang-kadang ada mengi atau wheezing napasnya berbunyi, bahkan kalau batuknya terlalu sering bisa muntah dan diare,” kata dr. Erlina.

    (Sumber: CNBC.com )


    Berani sukses Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.