Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Studi Ungkap Obat Diabetes Jenis Ini Dapat Mengurangi Risiko Kanker
    Inspiring You

    Studi Ungkap Obat Diabetes Jenis Ini Dapat Mengurangi Risiko Kanker

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman7 Juli 2024Updated:7 Juli 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa penderita diabetes yang mengonsumsi obat yang disebut agonis reseptor GLP-1 seperti Ozempic dan Wegovy memiliki risiko lebih rendah terkena kanker.

    Mengutip CNN International, Minggu (7/7/2024), biasanya, orang yang kelebihan berat badan atau obesitas memiliki risiko lebih tinggi terkena 13 jenis kanker. Risiko itu terus meningkat seiring lamanya seseorang mengalami kelebihan berat badan.

    Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), sekitar 40% dari diagnosis kanker baru terkait dengan kelebihan berat badan. Setidaknya, sepanjang 2021 terdapat sekitar 170 diagnosis baru untuk setiap 100.000 orang.

    Namun, sebuah studi yang diterbitkan di jurnal JAMA Network Open baru-baru ini menemukan bahwa orang dengan diabetes tipe 2 yang diobati dengan kelas obat GLP-1, secara signifikan lebih kecil kemungkinannya untuk didiagnosis dengan 10 dari 13 kanker yang terkait dengan obesitas dibandingkan mereka yang menggunakan insulin.

    Risiko berkurang lebih dari setengah untuk kanker kantong empedu, meningioma, kanker pankreas, dan karsinoma hepatoseluler, sejenis kanker hati. Risiko juga berkurang secara signifikan untuk kanker ovarium, kanker kolorektal, multiple myeloma, kanker esofagus, kanker endometrium, dan kanker ginjal.

    Menurut CDC, kelebihan berat badan dapat menyebabkan perubahan dalam tubuh seperti peradangan yang berkepanjangan dan tingkat insulin, faktor pertumbuhan mirip insulin, dan hormon seks yang lebih tinggi yang dapat menyebabkan kanker. Adapun, obat GLP-1 berinteraksi dengan sistem yang terkait dengan produksi insulin.

    Temuan baru yang menghubungkan pengobatan GLP-1 dengan penurunan risiko beberapa jenis kanker “membandingkan secara menguntungkan” dengan efek serupa yang terkait dengan intervensi gaya hidup intensif dan operasi metabolik-bariatrik yang telah ditemukan dalam percobaan lain.

    Meski begitu, penelitian menemukan bahwa pengobatan GLP-1 tidak terkait dengan penurunan risiko kanker payudara pascamenopause, yang menurut data CDC adalah jenis kanker yang paling umum terkait dengan obesitas.

    Risiko juga tidak berkurang pada kanker lambung atau kanker tiroid. Faktanya, penelitian lain menemukan bahwa GLP-1 dapat berinteraksi dengan produksi insulin tubuh dengan cara yang berdampak negatif pada tiroid, dan penulis studi mencatat bahwa pasien harus menyadari risiko terkait tiroid yang mungkin tercantum pada kemasan obat.

    Studi baru juga menemukan bahwa risiko diagnosis kanker untuk orang dengan diabetes tipe 2 tidak berbeda di antara mereka yang diobati dengan GLP-1 dibandingkan dengan mereka yang diobati dengan metformin.

    Faktanya, risiko diagnosis kanker ginjal lebih tinggi di antara mereka yang menggunakan GLP-1 dibandingkan mereka yang menggunakan metformin.

    Untuk studi ini, peneliti dari Case Western Reserve University School of Medicine dan MetroHealth System menganalisis lebih dari satu dekade catatan medis untuk hampir 1,7 juta orang dengan diabetes tipe 2.

    Saksikan video di bawah ini:

    Anti Ribet! Begini Cara Cegah Penuaan Dini





    Next Article



    Sehari Ada 1.000 Warga RI Didiagnosis Kanker, Simak Gejalanya!



    (luc/luc)

    Gaya Hidup Terkini Ide Sukses
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.