Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Studi Ungkap Makin Banyak Anak Kecanduan Gula, Ini Risetnya
    Inspiring You

    Studi Ungkap Makin Banyak Anak Kecanduan Gula, Ini Risetnya

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman27 Agustus 2024Updated:27 Agustus 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    JakartaDexpert.co.id – Konsumsi minuman manis yang mengandung gula secara global semakin meningkat. Hal ini juga mendorong meningkatnya kasus obesitas anak dalam beberapa dekade terakhir.

    Melansir Euro News, penelitian yang dilakukan oleh tim gabungan dari Amerika Serikat, Yunani, Kanada, dan Meksiko, meneliti tingkat konsumsi minuman dalam tiga dekade di 185 negara.

    Pada tahun 2018, anak-anak mengonsumsi rata-rata 3,6 porsi minuman manis per minggu, atau meningkat 22,9% dari tahun 1990 dan peningkatan yang jauh lebih tajam daripada orang dewasa, menurut studi yang diterbitkan di The BMJ.

    Obesitas anak meningkat bersamaan selama periode waktu itu. Saat ini obesitas memengaruhi sekitar 160 juta anak-anak dan remaja di seluruh dunia.

    “Temuan kami seharusnya membunyikan alarm peringatan di semua negara di seluruh dunia,” kata Dariush Mozaffarian, penulis senior studi dan direktur Food is Medicine Institute di Tufts University di AS dalam sebuah pernyataan.

    Para peneliti mengamati minuman manis yang mengandung gula yang meliputi soda, minuman berenergi, dan minuman buah.

    Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa minuman manis yang mengandung gula dikaitkan dengan risiko obesitas yang lebih tinggi di kalangan anak muda, yang pada gilirannya dikaitkan dengan lebih banyak masalah kesehatan selama masa dewasa, termasuk diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan kanker tertentu.

    “Hal ini berdampak sangat tinggi bagi kesehatan individu, tidak hanya pada masa kanak-kanak tetapi juga dalam jangka panjang, dan juga biaya yang sangat tinggi bagi masyarakat,” kata Dr. Berthold Koletzko, seorang profesor pediatri di Universitas Ludwig Maximilian Munich dan presiden Akademi Pediatri Eropa yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut, kepada Euronews Health

    Dalam laporan baru tersebut, asupan minuman manis lebih tinggi di kalangan anak-anak dan remaja. Di sebagian besar wilayah, angkanya juga lebih tinggi di daerah perkotaan dan di antara anak-anak yang orang tuanya berpendidikan tinggi, meskipun kesenjangan ini tidak terjadi di negara-negara berpenghasilan tinggi.

    Menurut Koletzko hal tersebut mungkin terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah, orang-orang di daerah perkotaan dan mereka yang berpendidikan tinggi juga memiliki lebih banyak uang dan lebih cenderung memilih minuman manis. Sedangkan di negara-negara berpenghasilan tinggi, yang terjadi adalah sebaliknya.

    “Ini masalah keterjangkauan,” kata Koletzko.

    Amerika Latin dan Karibia serta Timur Tengah dan Afrika Utara melaporkan tingkat asupan tertinggi secara keseluruhan (masing-masing 9,1 dan 7,3 porsi per minggu). Meski begitu, anak-anak di Amerika Latin mengonsumsi lebih sedikit minuman manis, secara rata-rata, pada tahun 2018 dibandingkan pada tahun 1990.

    (hsy/hsy)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Pengusaha Beberkan Syarat Kosmetik Lokal Jadi Raja di Tanah Air





    Next Article



    9 Gejala Tubuh Overdosis Gula yang Tak Boleh Dianggap Sepele



    Ide Sukses True Success
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.