Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Studi Ungkap 8 Cara Mudah Memperpanjang Umur hingga 24 Tahun
    Inspiring You

    Studi Ungkap 8 Cara Mudah Memperpanjang Umur hingga 24 Tahun

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman31 Januari 2024Updated:31 Januari 2024Tidak ada komentar4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Setiap orang yang memiliki banyak ambisi dan hal yang ingin dicapai dalam hidup pasti memiliki harapan berumur panjang.

    Meskipun umur adalah rahasia Tuhan, tidak ada salahnya jika manusia berusaha untuk berumur panjang dengan sejumlah upaya, salah satunya mengubah gaya hidup.

    Melansir dari CNN International, sebuah studi yang menganalisis data para veteran di Amerika Serikat (AS) mengungkapkan rahasia agar dapat memiliki “tambahan umur” hingga 24 tahun.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Penulis utama studi sekaligus spesialis ilmu kesehatan untuk Million Veteran Program di VA Boston Healthcare System, Xuan-Mai Nguyen, mengungkapkan bahwa mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat berpengaruh signifikan untuk “memperpanjang umur”.

    “Semakin dini semakin baik. Meskipun Anda hanya membuat perubahan kecil di usia 40-an, 50-an, atau 60-an, hal ini tetap bermanfaat,” kata Nguyen, dikutip Selasa (30/1/2024).

    “Hal ini bukan sesuatu yang mustahil. Hal ini dapat dicapai oleh masyarakat umum,” imbuhnya.

    Berdasarkan studi yang dilakukan terhadap hampir 720 ribu veteran militer berusia 40 hingga 99 tahun, menambahkan satu perilaku sehat ke dalam kehidupan seorang laki-laki pada usia 40 tahun akan memberikan 4,5 tahun kehidupan.

    Sementara itu, menambah tiga perilaku hidup sehat diklaim dapat memperpanjang umur sebanyak 8,6 tahun. Seiring dengan meningkatnya jumlah perubahan gaya hidup, usia yang bertambah juga bisa meningkat.

    Sedangkan, perempuan yang menerapkan satu perilaku sehat dapat menambah usia sebanyak 3,5 tahun, dua perilaku sehat menambah usia delapan tahun, tiga perilaku sehat menambah umur 12,6 tahun, dan menerapkan semua kebiasaan sehat menambah umur 22,6 tahun.

    Setelah disesuaikan dengan usia, indeks massa tubuh, jenis kelamin, ras dan etnis, status perkawinan, tingkat pendidikan, dan tingkat pendapatan keluarga, penelitian ini menemukan penurunan risiko kematian sebanyak 87 persen pada seluruh partisipan yang menerapkan delapan gaya hidup sehat.

    Lantas, apa saja delapan gaya hidup sehat yang bisa membuat umur panjang?

    1. Olahraga

    Para ahli menyebutkan bahwa olahraga adalah salah satu perilaku terpenting bagi setiap orang untuk meningkatkan kualitas kesehatan tubuhnya.

    Nguyen mengatakan, orang yang rutin berolahraga mampu terhindar dari risiko kematian akibat penyebab apapun sebanyak 46 persen jika dibandingkan dengan orang yang tidak pernah olahraga.

    “Kami mengamati apakah mereka melakukan aktivitas ringan, sedang, atau berat dibandingkan dengan tidak melakukan apapun dan duduk di sofa,” kata Nguyen.

    “Orang yang hidup lebih lama melakukan 7,5 jam latihan metabolik dalam seminggu,” imbuhnya.

    Temuan ini sejalan dengan penelitian lain yang menyatakan bahwa seseorang tidak perlu melakukan olahraga ekstrem untuk memperoleh manfaat kesehatan.

    2. Tidak Kecanduan Opioid

    Opioid adalah salah satu faktor yang disebut sebagai penyebab utama umur pendek. Menurut studi ini, tidak menjadi pecandu opioid dapat mengurangi risiko kematian dini sebesar 38 persen.

    3. Tidak Merokok

    Mengurangi kebiasaan merokok terbukti mampu mengurangi risiko kematian dini sebesar 29 persen. Namun, para peneliti menyebutkan bahwa berhenti merokok kapan saja dapat memberikan manfaat kesehatan yang besar.

    4. Mengelola Stres dengan Baik

    Menurut studi Nguyen dan tim, mampu mengelola stres dengan baik bisa menurunkan risiko kematian dini sebesar 22 persen. Sebab, terlalu sering stres tidak hanya berdampak pada psikologis, tetapi juga kesehatan fisik.

    5. Mengonsumsi Makanan Nabati

    Cenderung mengonsumsi makanan dari nabati, bukan hewani, diklaim dapat meningkatkan peluang untuk hidup lebih lama, yakni sebesar 21 persen.

    Meskipun demikian, ini bukan berarti Anda harus menjadi seorang vegetarian atau vegan. Anda hanya perlu mengikuti pola makan Mediterania yang sehat.

    “Mengikuti pola makan nabati yang sehat, seperti pola makan Mediterania yang kaya akan biji-bijian dan sayuran berdaun hijau adalah kunci utama,” ujar Nguyen.

    6. Menghindari Alkohol

    Mengurangi kebiasaan minum alkohol, terutama saat berkumpul dengan keluarga, teman, atau sahabat dapat menurunkan risiko kematian sebesar 19 persen.

    Penelitian lain menemukan bahwa terlalu banyak mengonsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke sehingga memicu kematian dini. Selain itu, satu minuman alkohol disebut dapat memicu irama jantung tidak teratur atau fibrilasi atrium.

    7. Tidur Cukup

    Nguyen mengatakan bahwa kebiasaan tidur cukup, yakni tujuh hingga sembilan jam dalam semalam dapat mengurangi risiko kematian dini akibat sebab apapun sebesar 18 persen.

    Selain milik Nguyen, puluhan penelitian bahwa telah menemukan keterkaitan antara kualitas tidur yang buruk dengan berbagai dampak kesehatan buruk, termasuk kematian dini.

    8. Bersosialisasi

    Rajib bersosialisasi dan memiliki hubungan sosial yang positif dapat membantu seseorang untuk memiliki umur lima persen lebih panjang.

    “Lima persen mungkin tampak kecil, tapi itu masih merupakan penurunan dalam semua penyebab kematian,” sebut Nguyen.

    “Setiap hal kecil akan membantu, baik Anda memilih aktivitas fisik atau memastikan Anda dikelilingi dukungan sosial yang positif,” lanjutnya.

    Sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa orang yang mengalami jarang bersosialisasi alias “mengisolasikan diri” memiliki risiko 32 persen lebih tinggi untuk meninggal lebih awal.

    Sementara itu, peserta yang melaporkan merasa kesepian memiliki kemungkinan 14 persen lebih besar untuk meninggal lebih awal dibandingkan mereka yang tidak kesepian.



    Artikel Selanjutnya


    Ahli Temukan Rahasia Panjang Umur dari Darah Centenarian

    (hsy/hsy)


    Berani sukses Selalu Semangat
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.