Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Starbucks Mulai Khawatir, Barista Sebut 30% Pelanggan Kabur
    Inspiring You

    Starbucks Mulai Khawatir, Barista Sebut 30% Pelanggan Kabur

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman13 November 2023Updated:13 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id -Starbucks dilaporkan mulai merasakan dampak boikot yang dilakukan masyarakat terkait protes terhadap serangan Israel ke Palestina. Seorang pengguna TikTok dengan akun @ambrose_darling yang mengaku bekerja sebagai barista di sebuah kedai Starbucks di Amerika Serikat menyebut merasakan penurunan jumlah pelanggan setiap harinya.

    “Ada penurunan order yang signifikan. Saya bisa katakan sekitar sepertiga dari jumlah pelanggan yang biasanya datang sekarang tak muncul lagi, dan saya bicara soal pelanggan yang sebelumnya benar-benar datang setiap hari,” kata dia, seperti dikutip pada Sabtu, (11/11/2023).

    “Boikot berhasil, jadi ayo terus lakukan itu,” ujarnya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Starbucks menjadi sasaran boikot di tengah serangan brutal yang terus dilancarkan Israel ke Palestina. Perusahaan jaringan kopi asal Amerika Serikat itu tercatat memiliki 35.771 kedai di seluruh dunia hingga 2022.

    Boikot ditargetkan kepada Starbucks karena pihak manajemen menggugat serikat pekerja, Starbucks Workers United, pada awal Oktober 2023 lalu. Gugatan tersebut muncul setelah serikat pekerja menyatakan solidaritas terhadap warga Palestina. Saat ini, pernyataan solidaritas yang diunggah melalui X itu telah dihapus.

    Melalui keterangan resmi, Starbucks menyebut melakukan gugatan karena serikat pekerja dianggap menyalahgunakan nama, logo, dan kekayaan intelektual perusahaan. Meski perusahaan sudah memberikan klarifikasi, seruan untuk memboikot Starbucks masih terus menggema, bahkan meluas di banyak negara.

    Di Jakarta, ketika jutaan warga menggelar demonstrasi mendukung Palestina pada Minggu (5/11/2023), gerai Starbucks yang berlokasi di area Sudirman, Jakarta malah tutup. Padahal, gerai tersebut biasanya melayani pelanggan selama 24 jam.



    Artikel Selanjutnya


    Ini Nilai Kerugian yang Dialami Israel karena Gerakan Boikot

    (hsy)


    Never Give Up True Success
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.