Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Sosok Ini Tak Percaya Kematian, Punya Ritual Ampuh Biar Abadi
    Inspiring You

    Sosok Ini Tak Percaya Kematian, Punya Ritual Ampuh Biar Abadi

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman18 Desember 2023Updated:18 Desember 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sehebat apapun menciptakan teknologi, manusia tak bisa menghindari fase hidup bernama kematian. Semua ajaran kepercayaan menyebut kematian pasti datang ke manusia.

    Tiap kali ulang tahun, serta menerima doa dan harapan panjang umur, tentu bakal diamini. Namun, tetap saja manusia bakal menemui ajalnya. Satu-satunya langkah yang bisa dilakukan adalah memperlambat waktu kematian, itu pun tetap manusia ujungnya bakal meninggal juga.

    Namun, pandangan berbeda muncul dari benak Bryan Johnson (46). Johnson adalah pengusaha teknologi yang menghabiskan waktunya dalam tiga tahun terakhir untuk mengejar satu tujuan: hidup selamanya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Kepada Time, dia percaya kematian adalah pilihan semata. Alhasil, dia pun memilih untuk tidak mati, meski kata ahli itu sangat mustahil.




    Foto: REUTERS/Christian Hartmann
    A man walks among the tombstones at the cemetery outside the WWI Douaumont Ossuary, as France prepares to mark the centenial commemoration of the First World War Armistice Day, near Verdun, France, November 5, 2018. Picture taken November 5, 2018. REUTERS/Christian Hartmann

    “Kebanyakan orang menganggap kematian tidak bisa dihindari. Pada dasarnya saya hanya mencoba memperpanjang waktu yang dimiliki sebelum mati,” katanya.

    Alasan kuat yang mendasari Johnson melakukan hal demikian adalah trauma. Selama masa mudanya dia hidup tidak sehat dan dekat dengan kematian. Bryan sempat dinyatakan obesitas dan depresi hingga ingin bunuh diri.

    Ritual cegah kematian

    Sadar perlakuan semasa mudanya berbahaya, Bryan yang sudah kaya raya berani menghabiskan uang US$ 4 juta atau Rp 62 Miliar per bulan agar tidak mati. Dia menyewa 30 dokter khusus untuk merancang dan mengembalikan tubuh berserta organ dalam agar tetap awet muda. Mereka bekerja supaya bisa mengembalikan jantung ke usia 37 tahun dan paru-paru ke usia muda sekitar 18 tahun, serta agar kulit Bryan kembali mengencang layaknya ABG. Lalu, bagaimana dokter dan Bryan melakukan itu?

    “Hanya perlu meminum 111 pil setiap hari, mengenakan topi baseball yang memancarkan cahaya merah ke kulit kepala, rutin mengumpulkan sampel kotoran setiap hari supaya dicek dokter, dan memasang alat pendeteksi ereksi,” tulis Time.

    Tak cuma itu, dia juga berhati-hati dalam menjalani hidup sehari-hari, yang bagi awam sangat ribet dan keras sekali.

    Ketika bangun tidur, langkah pertama yang Bryan lakukan adalah mencopot semua kabel laser yang terhubung ke tubuhnya. Kabel ini dirancang untuk merangsang pertumbuhan kolagen dan mengurangi kerutan.

    Lalu setelahnya, dia menuju timbangan untuk menghitung lemak tubuh dan indeks gula darah. Tak lupa dia mengecek suhu tubuh di dalam telinga. Jika sudah dilakukan, maka dia langsung menyantap beragam pil obat yang sudah disediakan.

    Usai itu, dia mencuci muka pakai krim pencegah kerutan dan memakai sinar laser di wajah. Barulah setelahnya Bryan mulai memenuhi asupan gizi. Dia hanya mau menyantap makanan dari daerah ber-polifenol atau antioksidan tinggi yang kemudian diolah sesuai keinginannya.

    Dan semua aktivitas itu dilakukannya setiap hari. Sejauh ini, sebagaimana dipaparkan The Guardian, Bryan mengklaim seluruh “ritual” tersebut sukses membuatnya tampil lebih muda.

    Dia merasa lebih sehat dan segar bugar layaknya usia muda meski secara usia hampir setengah abad. Pria kelahiran 1977 itu menamai aktivitasnya itu sebagai “The Project Blueprint.” Bryan berharap proyek ini bakal digunakan untuk manusia di masa depan yang tidak ingin menua, tetap muda dan hidup abadi. Meski begitu, masa depan proyek ini suram.

    Pasalnya, tak semua ilmuwan mendukung langkah Bryan. Alasannya sederhana: manusia pasti bakal mati. Ihwal Bryan bakal meninggal atau masih tetap hidup 1.000 tahun lagi, sudah pasti tidak ada yang tahu. Namun, melihat takdir yang sudah ada, maka kemungkinan besar Bryan akan menemui ajalnya pada waktu yang akan datang.


    Artikel Selanjutnya


    Wow, Crazy Rich Ini Habiskan Rp 30 M Demi Tampak Muda Lagi

    (mfa/mfa)


    Selalu Semangat True Success
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.