Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Sinar UV Lagi Tinggi, Tak Pakai Sunscreen Picu 5 Bahaya Ini
    Inspiring You

    Sinar UV Lagi Tinggi, Tak Pakai Sunscreen Picu 5 Bahaya Ini

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman15 April 2023Updated:15 April 2023Tidak ada komentar4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi sinar matahari di sejumlah wilayah Indonesia akan mencapai kategori risiko bahaya sangat tinggi hingga ekstrem.

    Dimana indeks sinar UV tertinggi akan terjadi pada pukul 10.00 WIB hingga 13.00 WIB. Berkaitan dengan hal tersebut, BMKG pun mengimbau masyarakat Indonesia untuk menggunakan tabir surya (sunscreen) dan mengurangi waktu terpapar matahari pada pukul 10.00 hingga 16.00.

    “Oleskan cairan pelembab tabir surya SPF 30+ setiap dua jam bahkan pada hari berawan, setelah berenang, atau berkeringat,” imbau BMKG melalui akun Instagram resminya (@infobmkg), dikutip Sabtu (15/4/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Penggunaan sunscreen penting untuk melindungi kulit dari paparan sinar UVA dan UVB. dimana sinar UV tinggi bisa berdampak buruk pada kulit. Dilansir dari Healthline, dokter kulit asal New York, Amerika Serikat (AS), dr. Barney Kenet mengatakan bahwa setiap orang wajib menggunakan sunscreen minimal SPF 30 dan diaplikasikan setiap dua hingga tiga jam sekali untuk perlindungan kulit yang maksimal.

    “Jangan tertipu dengan berpikir bahwa Anda benar-benar terlindungi [oleh sunscreen]. SPF menunjuk perlindungan dari sinar UVB, bukan UVA,” ujar dr. Kenet mengungkapkan alasan sunscreen wajib rutin diaplikasikan ulang.

    Berikut risiko jika tidak menggunakan sunscreen secara rutin.

    1. Penuaan Dini

    Kulit yang tidak menggunakan sunscreen saat pagi hingga sore hari bisa meningkatkan risiko kerusakan kolagen dan jaringan ikat di kulit. Bila hal itu terjadi, elastisitas kulit akan menurun sehingga kulit menjadi keriput, kendur, dan tampak tua.

    Menurut studi oleh National Health and Medical Research Council of Australia, penggunaan sunscreen secara rutin bisa mengendalikan penuaan pada kulit.




    Foto: Sinar UV di wilayah Indonesia untuk prediksi tanggal 9 April 2023. (Instagram @Infobmkg)
    Sinar UV di wilayah Indonesia untuk prediksi tanggal 9 April 2023. (Instagram @Infobmkg)

    2. Kulit Terbakar

    Kulit terbakar alias sunburn terjadi ketika kulit kurang mendapatkan proteksi dari sunscreen. Biasanya, kondisi ini ditandai dengan kulit yang memerah dan terasa perih.

    Kejadian kulit terbakar biasanya diakibatkan oleh paparan sinar matahari yang menyengat secara berulang. Jika dibiarkan, kulit bisa melepuh, merusak lapisan epidermis, hingga terasa perih.

    3. Kanker Kulit

    Dampak terburuk bila tidak menggunakan sunscreen adalah meningkatkan risiko kanker kulit. Sebab, radiasi sinar UV bisa menyebabkan kerusakan DNA yang secara perlahan bisa memicu kanker.

    Sebagian besar orang menganggap bahwa sunscreen hanya perlu digunakan saat cuaca terik, padahal sunscreen tetap harus digunakan meskipun cuaca mendung atau hujan. Sebab, awan tidak mampu menghalangi sinar UVA dan UVB.

    “Menurut Yayasan Kanker Kulit (Skin Cancer Foundation), awan menyaring kurang dari 25 persen sinar UV yang menembus kulit penyebab kanker kulit,” ujar Dokter di Doctor On Demand, dr. Tony Yuan, dikutip dari Forbes, Selasa (21/2/2023).

    “Meskipun cuaca sedang sejuk dan berawan, kulit Anda masih bisa menyerap sebagian besar sinar UVA dan UVB,” lanjutnya.

    Dengan demikian, penggunaan dan pengaplikasian ulang sunscreen setiap dua hingga tiga jam sekali saat cuaca mendung tetap perlu dilakukan guna melindungi kulit dari risiko kanker kulit.

    Gejala kanker kulit berbeda-beda tergantung jenisnya. Namun, gejala umumnya ditandai dengan bintik-bintik luka, perubahan warna kulit, dan munculnya tahi lalat tertentu.

    4. Hiperpigmentasi

    Luka di kulit yang terpapar oleh radiasi sinar UV bisa menyebabkan munculnya post inflammatory hyperpigmentation (PIH). PIH atau hiperpigmentasi adalah kondisi munculnya bercak warna kecoklatan pada kulit.

    PIH bisa dicegah dengan penggunaan dan pengaplikasian ulang sunscreen setiap dua hingga tiga jam sekali.

    5. Kerusakan Pembuluh Darah

    Salah satu risiko buruk akibat paparan sinar UV yang tidak dilindungi sunscreen adalah kerusakan pada pembuluh darah di bawah jaringan kulit. Jika kondisi itu terjadi, cairan bisa keluar dari pembuluh darah yang rusak dan menimbulkan bintik merah serta bercak pada kulit.

    Sebuah studi baru menunjukkan bahwa sunscreen mampu melindungi fungsi pembuluh darah kulit dari paparan radiasi UV yang berbahaya dengan melindungi pelebaran pembuluh darah.

    Selain itu, keringat pada kulit juga dapat memberikan perlindungan pada pembuluh darah kulit dari kerusakan akibat sinar matahari.

    (wur)


    Mind your business Selalu Semangat
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.