Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Sering Jadi Pertanyaan, Boleh atau Tidak Menikahi Sepupu? Ini Jawabnya
    Inspiring You

    Sering Jadi Pertanyaan, Boleh atau Tidak Menikahi Sepupu? Ini Jawabnya

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman11 April 2024Updated:11 April 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Biasanya setiap Lebaran banyak orang bertanya-tanya: bolehkah kita menikahi sepupu?  Mayoritas jawaban dari pertanyaan tersebut banyak dibahas dari perspektif agama, dan menghasilkan beragam perdebatan.

    Namun, dari segi sains jawabannya tentu boleh, tetapi syarat dan ketentuan berlaku.

    Perlu diketahui, saat proses penciptaan manusia ada dua gen (DNA) berbeda, gen ayah dan gen ibu.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Merujuk riset “Keeping it in the family”, jika kita melakukan pernikahan tidak sedarah, maka dua gen berbeda itu akan bercampur dan akan membawa keuntungan. Perbedaan materi genetik itu bakal menutup peluang besar terciptanya penyakit.

    Misalkan seorang ibu memiliki genetik non-diabetes dan seorang ayah diabetes. Maka, bayinya berpeluang besar tidak terkena diabetes karena perbedaan genetik itu bisa mencegah munculnya diabetes.

    Keuntungan inilah yang tidak didapat apabila seseorang menikahi sepupu yang kedua pasangannya memiliki persamaan genetik.

    Melansir laporan Business Insider berjudul “Is marrying your cousin actually dangerous?”, jika benar-benar dua genetik yang sama bercampur, maka peluang untuk melahirkan anak yang memiliki kelainan akan makin besar.

    National Health Service (NHS) Inggris menyebut pernikahan sepupu meningkatkan risiko catat lahir dari 3% menjadi 6%. Lalu, dipaparkan juga kalau 100 bayi yang lahir dari pasangan sedarah terdapat 5-6 bayi yang cacat atau memiliki kelainan genetik.

    Kelainan yang dialami pun bukan hanya cacat fisik lahir, melainkan bisa juga kebutaan, tuli, keterbelakangan mental, kelainan darah, dan gagalnya kemampuan kognitif. Kasus-kasus seperti ini banyak terjadi di Pakistan.

    Dalam laporan Deutsche Welle disebutkan, di Pakistan mayoritas penduduknya menjalani pernikahan kerabat karena faktor agama. Banyak penduduk Pakistan meyakini agama mereka menganjurkan seseorang untuk melakukan pernikahan sedarah.

    Parahnya, pandangan ini diperparah oleh paradigma kesukuan yang kuat di kalangan mereka. Apabila mereka tidak mematuhi kebiasaan ini, maka akan dikucilkan dan mendapat tekanan sosial yang sangat besar. Akibatnya, peluang untuk tidak melakukan pernikahan sepupu semakin kecil dan membuat rantai pernikahan ini sulit diputus.

    Dalam laporan Departemen Kesehatan Pakistan, diketahui kalau 30.000 keluarga di Pakistan tumbuh besar dengan dugaan kelainan genetik. Lebih lanjut, kelainan itu telah menimbulkan mutasi genetik lebih dari 1.000. Dan 130 kasus terkait ini sudah ditemukan dan tercatat pemerintah.

    Dari paparan di atas, dapat diketahui kalau menikahi sepupu memang tidak dilarang dalam sains, tetapi risikonya besar. Resiko besar dan berbahaya itulah yang patut dipertimbangkan jika tetap nekat menikahi sepupu

    Salah satu sumber Deutsche Welle menyebut kalau salah satu putranya mengalami kecacatan berupa kelainan otak yang tidak berkembang ke ukuran normal. Dan anak yang lainnya memiliki gangguan bicara dan pendengaran.

    (mfa/mfa)


    Selalu Semangat Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.