Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Sejarah ‘Kelam’ Barbie, Mulanya Terinspirasi dari Boneka Seks
    Inspiring You

    Sejarah ‘Kelam’ Barbie, Mulanya Terinspirasi dari Boneka Seks

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman25 Juli 2023Updated:25 Juli 2023Tidak ada komentar4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Barbie adalah merek boneka fesyen yang terkenal di dunia. Selama puluhan tahun, boneka ini populer di kalangan anak-anak, remaja, hingga dewasa. Bahkan, film Barbie yang baru dirilis sudah berhasil menjadi film terlaris 2023 sejauh ini.

    Namun, tahukah Anda bagaimana awal kemunculan Barbie hingga menjadi sangat populer di berbagai kalangan?

    Barbie diciptakan oleh perempuan asal Amerika Serikat (AS), Ruth Handler. Pada 1938, Ruth menikah dengan Elliot Handler dan memulai bisnis produsen peralatan rumah tangga plastik. Pada 1940 Ruth dan Elliot bekerja sama dengan desainer industri Harold Maston untuk menciptakan bisnis bingkai gambar.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT




    Foto: REUTERS/Carlos Garcia Rawlins/File Photo
    A worker carries Barbie dolls to put them on the shelves at a toy store in Caracas November 14, 2014. REUTERS/Carlos Garcia Rawlins/File Photo GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD PACKAGE – SEARCH “BUSINESS WEEK AHEAD JULY 18” FOR ALL IMAGES

    Melansir dari Vanity Fair yang mengutip Los Angeles Times, mereka kemudian mengembangkan usaha dengan menciptakan rumah boneka dari plastik. Bisnis tersebut diberi nama Mattel dan berfokus utama untuk menciptakan mainan.

    “Ruth terinspirasi dari putrinya, Barbara (yang juga menjadi inspirasi nama Barbie), untuk menciptakan sebuah boneka yang merupakan gambaran orang dewasa sehingga gadis-gadis muda dapat menggunakannya sebagai representasi dari diri mereka di masa depan,” tulis Vanity Fair, dikutip Selasa (25/7/2023).

    “Pada waktu itu, ia berpikir bahwa boneka ini harus terlihat hidup. Menurut Ruth, boneka itu harus memiliki payudara,” lanjut laporan tersebut.

    Pada awalnya, ide Ruth sempat ditolak oleh para eksekutif Mattel yang mayoritas adalah laki-laki. Mereka menganggap, boneka tersebut tidak akan laku karena orang tua dinilai ogah membelikan anak-anaknya boneka berwujud perempuan dewasa. Pada waktu itu, anak-anak hanya bermain dengan boneka yang berwujud bayi.

    Ide datang setelah melihat boneka seks

    Pada 1956, Ruth kembali mendapatkan inspirasi boneka saat berlibur ke Swiss. Pada saat itu, putrinya yang berusia 15 tahun menunjukkan sebuah boneka plastik, Lilli. Namun, Lilli bukanlah boneka yang ditujukan untuk anak-anak, melainkan boneka seks atau sex toy.

    “Boneka Lilli menargetkan laki-laki kaya melalui pose-provokatif dan pakaian terbuka. Selain itu, Lilli mengucapkan dialog strip komik yang mengarah ke isyarat seksual,” tulis Gerber dalam Barbie and Ruth.




    A handout picture shows primatologist Jane Goodall holding the new Eco-leadership team Barbie dolls, in Los Angeles, U.S., April 2022. Jane Goodall Institute/Handout via REUTERS ATTENTION EDITORS- THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. NO RESALES. NO ARCHIVES MANDATORY CREDITFoto: via REUTERS/Jane Goodall Institute
    A handout picture shows primatologist Jane Goodall holding the new Eco-leadership team Barbie dolls, in Los Angeles, U.S., April 2022. Jane Goodall Institute/Handout via REUTERS ATTENTION EDITORS- THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. NO RESALES. NO ARCHIVES MANDATORY CREDIT

    “Para laki-laki membeli boneka Lilli sebagai hadiah jenaka dalam pesta bujang, meletakkannya di dashboard mobil mereka, menggantungkannya di kaca spion belakang, atau memberikannya kepada pacar sebagai kenang-kenangan menggoda,” lanjut Gerber.

    Setelah melihat boneka tersebut, Handler dan Mattel akhirnya merilis ‘Lilli’ versi mereka, yakni Barbie. Barbie mulai diluncurkan pada 1959 dan dilaporkan terjual sekitar 350 ribu unit dalam setahun pertamanya.

    Ruth mengungkapkan, pada awalnya para laki-laki merasa bahwa perempuan tidak akan membeli boneka dengan tubuh wanita yang realistis, yakni memiliki payudara, pinggang dan pergelangan kaki ramping, serta berpenampilan dewasa.

    “Namun, mereka salah. Di sisi lain, para perempuan langsung menyukai boneka itu. Begitu dipajang di meja kasir, Barbie langsung dibeli oleh para ibu untuk anak perempuan mereka,” ungkap Ruth dalam wawancara dengan BBC pada 1997.

    Perusahaan Louis Marx yang memiliki lisensi “Lilli” melihat kesamaan boneka mereka dengan Barbie. Akibatnya, pada 1961 mereka resmi menggugat Mattel. Gugatan tersebut diselesaikan pada 1963 dan berujung Mattel membeli lisensi “Lilli” dari pabrikan asal Jerman, Greiner & Hausser pada 1664.

    Akhirnya, Mattel setuju untuk tidak memasarkan boneka dengan nama “Lilli” dan G&H setuju untuk tidak membuat boneka yang mirip dengan Barbie.

    Pada 1961, boneka laki-laki yang diperkenalkan sebagai Ken, akhirnya dirilis sebagai kekasih Barbie.



    Artikel Selanjutnya


    Perdana! Barbie Luncurkan Koleksi Boneka dengan Down Syndrome

    (hsy/hsy)


    Berani sukses Never Give Up
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.