Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Ramai-Ramai Milenial China Berharap Dipecat Perusahaan, Why?
    Inspiring You

    Ramai-Ramai Milenial China Berharap Dipecat Perusahaan, Why?

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman25 Agustus 2023Updated:25 Agustus 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Di tengah melonjaknya angka pengangguran di China, para karyawan dari generasi muda justru berharap dipecat oleh perusahaan. Tujuannya agar dapat menikmati waktu luang dan memperoleh kompensasi pemutusan hubungan kerja (PHK).

    Melansir dari South China Morning Post (SCMP), fenomena ini makin meluas. Bahkan, pembahasan ‘para karyawan muda mengharapkan N+1’ menjadi topik terpopuler di media sosial asal China, Xiaohongshu.

    Istilah ‘N+1’ merujuk pada kompensasi pesangon ditambah satu bulan gaji yang wajib dibayar oleh perusahaan-perusahaan di China yang melakukan PHK. Ketentuan ‘N+1’ ini telah diatur secara hukum.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Menurut laporan SCMP, sejumlah orang secara gamblang mengungkapkan keinginannya untuk dipecat perusahaan agar mereka bisa bebas dari pekerjaan yang penuh tekanan dan hidup lebih santai. Hal ini didasari oleh gaya hidup ‘tang ping’.

    Istilah ‘tang ping’ menggambarkan generasi muda yang hanya ingin melakukan upaya seminimal mungkin untuk bertahan hidup.

    Dalam forum diskusi di media sosial asal China, Douban, yang berjudul ‘Ini adalah hari yang tepat untuk memikirkan pengunduran diri’, seorang pengguna (@Yongyouyibeikuaileshui) mengaku sangat ingin dipecat oleh perusahaannya.

    Pengguna itu mengaku, ia sangat tidak puas dengan manajemen perusahaan, kepala tim, dan rekan-rekan perusahaannya yang dinilai tidak mampu bersaing di tengah kompetitif pasar kerja China.

    Menanggapi fenomena ini, sejumlah pengguna lainnya turut membagikan kebahagiaan mereka setelah menerima kompensasi N+1. Bahkan, pengguna tersebut mengaku bahwa ia sangat beruntung menerima ‘paket hadiah pemecatan N+1’ dari perusahaannya.

    Selain itu, ada pula pihak yang menggambarkan kompensasi pemecatan sebagai ‘kompensasi kerusakan mental’ dan ‘penghargaan yang sempurna karena saya membatalkan surat pengunduran diri bahkan ketika begitu tidak bahagia dengan pekerjaan’.

    Saat ini, angka pengangguran di Negeri Tirai Bambu sangat tinggi, terutama di kalangan generasi muda.

    Menurut Biro Statistik Nasional, angka pengangguran untuk kelompok usia 16-24 tahun mencapai angka tertinggi, yakni di atas 20 persen antara April dan Juni dan hanya turun menjadi 19,9 persen pada Juli.



    Artikel Selanjutnya


    Bisnis Fesyen Seret, GAP Mau PHK 500 Karyawan

    (hsy/hsy)


    Berani sukses Inspirasi Sukses
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.