Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Rahasia No 1 yang Bikin Anak Sukses, Bukan Sekolah Mahal!
    Inspiring You

    Rahasia No 1 yang Bikin Anak Sukses, Bukan Sekolah Mahal!

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman7 Mei 2023Updated:7 Mei 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sudah hampir menjadi pandangan umum jika pendidikan yang berkualitas dapat mengantarkan seorang murid kepada kesuksesan di masa mendatang. Oleh karena itu tak jarang orang tua rela menguras tabungan demi mengantarkan anak-anaknya masuk ke sekolah berkualitas yang notabene mahal.

    Pendidikan yang berkualitas memang bisa mempengaruhi kesuksesan secara akademis. Sayangnya hal itu bukan faktor penentu kesuksesan seorang anak.

    Psikolog anak dan ahli parenting Michele Borba mengatakan ada beberapa faktor lain yang dapat menentukan kesuksesan anak di masa depan. Adapun ketekunan adalah kemampuan utama yang bisa mendukung kesuksesan anak di masa depan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    ‘Saya menemukan bahwa ketekunan adalah soft skill nomor satu yang membedakan anak-anak yang memiliki motivasi tinggi dengan mereka yang mudah menyerah,” kata Borba, dikutip Minggu (7/5/2023).

    Kata dia, anak-anak dengan ketekunan dan kegigihan memiliki kepercayaan diri yang tinggi sebab mereka yakin usahanya akan membuahkan hasil baik. Dengan demikian, anak tetap termotivasi untuk bekerja keras dan menyelesaikan apa yang mereka mulai, walaupun ada banyak kendala dalam prosesnya.

    Agar anak dapat memiliki kemampuan tersebut, orang tua bertugas mendorong anak mengembangkan sifat-sifat yang akan membantu mereka menjadi sukses.

    Adapun berikut lima cara yang bisa dilakukan ayah dan bunda, menurut Borba, untuk membantu si kecil mengembangkan ketekunannya.

    1. Latih Anak agar Tak Mudah Putus Asa

    Langkah pertama yang harus dilakukan orang tua untuk mengembangkan sifat tekun anak adalah menjauhkan mereka dari faktor yang bisa membuat mereka mudah putus asa dan ogah untuk tekun.

    Ada sejumlah cara yang dapat dilakukan orang tua. Misalnya tidak memberikan tekanan kepada anak untuk selalu berhasil, selalu mengapresiasi usaha yang dilakukan anak (bukan hasil), beri anak pemahaman bahwa kesuksesan hanya bersifat sementara, dan selalu pahami tingkat kemampuan anak.

    2. Apresiasi Usaha Anak

    Salah satu Psikolog dari Stanford, Carol Dweck menemukan bahwa kecerdasan anak cenderung tidak bertahan ketika kepintaran mereka dipuji sebab anak akan merasa cepat puas. Namun, anak akan merasa lebih termotivasi dan terus berusaha keras ketika dipuji atas usaha dan kerja kerasnya, bukan hasilnya.

    Menurut Carol, memuji usaha anak, bukan hasil yang diperoleh mampu mengembangkan ketekunan mereka. Selain itu, bila usahanya dipuji, anak akan terdorong untuk sukses tanpa mengharapkan imbalan, seperti hadiah.

    3. Berikan Anak Waktu untuk Beristirahat

    Bila terlihat ingin menyerah dan lelah ketika sedang mengerjakan sesuatu, mintalah anak untuk membagi waktu antara istirahat dan melakukan aktivitas. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah meletakkan timer untuk mengatur berapa lama mereka dapat beraktivitas.

    Cara ini dilakukan agar anak bisa memahami bahwa mengerjakan sesuatu hingga kelelahan adalah hal yang tidak baik.

    Jelaskan pada anak bahwa mereka hanya perlu melakukan aktivitas sampai waktu telah habis. Setelah itu, mintalah mereka untuk beristirahat sebelum mengatur kembali timer untuk beraktivitas. Dengan demikian, fokus anak akan semakin mudah terbagi.

    4. Latih Anak untuk Mandiri

    Borba menyarankan orang tua agar tidak terlalu sering membantu anak untuk melakukan hal yang bisa mereka lakukan sendiri. Ajarkan anak untuk mandiri sejak dini.

    Penulis buku “Thrivers: The Surprising Reasons Why Some Kids Struggle and Others Shine” ini menyebutkan, setiap kali orang tua melakukan sesuatu untuk anak, mereka akan semakin bergantung pada orang tua dan tidak terbiasa untuk mandiri.

    5. Validasi Perasaan Anak

    Ketika anak mulai terlihat menyerah, itu mungkin karena mereka tidak dapat menemukan jalan keluar dari sebuah masalah. Bila itu terjadi, usahakan untuk validasi perasaan anak dengan mengatakan bahwa itu adalah perasaan yang normal. Ajaklah mereka untuk istirahat agar perasaannya dapat lebih tenang.

    Setelah itu, bantu mereka mengetahui kesalahan yang menghalangi mereka ketika melakukan sesuatu. Bila masalahnya telah ditemukan, bantulah anak untuk fokus mengatasinya.



    Artikel Selanjutnya


    Faktor Penentu Kesuksesan Anak Bukan IQ, Tapi Soft Skill Ini

    (fab/fab)


    Inspirasi Sukses Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.