Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Polusi Udara Sebabkan 600 Ribu Kematian Anak
    Inspiring You

    Polusi Udara Sebabkan 600 Ribu Kematian Anak

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman15 Agustus 2023Updated:15 Agustus 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF) menyebutkan bahwa satu dari tujuh anak di dunia terpapar polusi udara yang paling beracun.

    Laporan UNICEF pada 2016 menemukan bahwa ada 300 juta anak tinggal di daerah dengan tingkat polusi udara di luar ruangan yang paling beracun. Kualitas udara tersebut diklaim enam kali lebih tinggi dari pedoman yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

    “Polusi udara adalah faktor utama dalam kematian sekitar 600 ribu anak di bawah usia lima tahun setiap tahunnya. Selain itu, ini (polusi udara) mengancam nyawa dan masa depan jutaan anak setiap hari,” ujar Direktur Eksekutif UNICEF ke-6, Anthony Lake, dikutip dari laman resmi UNICEF, Selasa (15/8/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Polutan tidak hanya merusak paru-paru anak-anak yang sedang berkembang, tetapi juga menembus barier darah-otak dan merusak secara permanen otak mereka yang sedang berkembang,” lanjut Lake.

    Berdasarkan pantauan citra satelit, sekitar dua miliar anak tinggal di daerah rawan polusi udara. Umumnya, polusi udara di wilayah-wilayah tersebut disebabkan oleh emisi kendaraan, penggunaan berat bahan bakar fosil, debu, dan pembakaran sampah.

    Jumlah anak-anak yang hidup di daerah penuh polusi sebagian besar berada dari Asia Selatan, yaitu 620 juta anak dan diikuti oleh Afrika dengan 520 juta anak. Sementara itu, terdapat 450 juta anak di wilayah Asia Timur dan Pasifik yang tinggal di daerah berpolusi.

    Selain luar ruangan, studi UNICEF ini juga mengkaji dampak dari polusi di dalam ruangan yang biasanya disebabkan oleh penggunaan bahan bakar, seperti batu bara dan kayu untuk memasak dan pemanasan. Hal tersebut dinilai mempengaruhi anak-anak di daerah pedesaan dengan pendapatan rendah.

    UNICEF menyatakan, polusi udara di luar dan dalam ruangan secara langsung menyebabkan pneumonia dan penyakit pernapasan lainnya yang menyebabkan hampir satu dari sepuluh kematian anak di bawah lima tahun.

    “Anak-anak lebih rentan terhadap polusi udara daripada orang dewasa karena paru-paru, otak, dan sistem kekebalan mereka masih dalam tahap perkembangan. Selain itu, saluran pernapasan mereka juga lebih permeabel (dapat ditembus partikel),” tulis UNICEF.

    Menurut UNICEF, anak-anak lebih berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat polusi karena mereka bernapas lebih cepat dari orang dewasa sehingga udara yang terhirup lebih banyak.

    Maka dari itu, UNICEF merekomendasikan seluruh pihak untuk meminimalisir paparan anak-anak terhadap polusi, seperti tidak memilih lokasi sekolah atau area bermain di dekat pabrik, menjaga kompor masak agar lebih bersih, dan mengelola sampah dengan baik.

    “Kompor masak yang lebih bersih dapat memperbaiki kualitas udara di dalam rumah. Mengurangi polusi udara secara keseluruhan dapat membantu mengurangi paparan anak-anak,” tegas UNICEF.


    Artikel Selanjutnya


    Mengerikan! Kualitas Udara Jakarta Terburuk Kedua di Dunia

    (hsy/hsy)


    Selalu Semangat Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.