Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Polusi Jakarta Makin Parah, Pemerintah Usul Karyawan WFH
    Inspiring You

    Polusi Jakarta Makin Parah, Pemerintah Usul Karyawan WFH

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman11 Agustus 2023Updated:12 Agustus 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kualitas udara Jakarta yang terus memburuk dalam beberapa waktu terakhir membuat banyak warga khawatir.

    Atas permasalahan ini, Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (Dirjen PPKL), Sigit Reliantoro, mengatakan kebijakan Work from Home (WFH) dapat menjadi solusi mengatasi masalah kualitas udara di DKI Jakarta dan sekitarnya. Kendati demikian, dia menyerahkan keputusan tersebut kepada masing-masing perusahaan.

    “Informasi kualitas udara tadi, kan, sudah tersedia di berbagai website. Nah, itu bisa digunakan masing-masing manajemen untuk menentukan apakah perlu WFH atau tidak. Fleksibilitasnya kita berikan kepada masing-masing lembaga untuk mengambil keputusan sendiri,” ujar Sigit dalam konferensi pers di Kantor Dirjen PPKL, Jakarta, Jumat (11/8/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT




    Foto: Suasana gedung bertingkat tertutup kabut polusi di Jakarta, Kamis (16/6/2023). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

    Sementara itu, terkait pengurangan volume penggunaan kendaraan pribadi, Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengatakan bahwa pihaknya tidak berwenang untuk mengatur hal tersebut bila mengacu pada Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

    “Jakarta saat ini sudah ada yang namanya ganjil genap pada 25 ruas jalan dan pembatasan pada waktu tertentu di beberapa ruas jalan di Jakarta, apakah itu di jalan tol dalam kota maupun di jalan arteri,” ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo.

    “Jadi, lebih kepada pengaturan terhadap operasional, tidak kepada pembatasan produksi kendaraan bermotor dan kepemilikan,” imbuhnya.

    Beberapa waktu terakhir, kualitas udara di DKI Jakarta dan sekitarnya semakin memburuk. Bahkan, Jakarta sempat menduduki posisi pertama sebagai kota dengan udara terkotor di dunia pada Kamis (10/8/2023).

    Sebelumnya, Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Justin Adrian Untayana, meminta Pemprov DKI Jakarta untuk mengeluarkan kebijakan pembatasan kendaraan bermotor demi mengurangi polusi udara.

    Justin mengatakan, pembatasan penggunaan kendaraan bermotor bisa dilakukan dengan aturan bekerja dari rumah (work from home/WFH), penegakkan aturan pemilik mobil wajib punya garasi, dan pengetatan uji emisi hingga menaikkan tarif parkir.


    Artikel Selanjutnya


    Mengerikan! Kualitas Udara Jakarta Terburuk Kedua di Dunia

    (hsy/hsy)


    Gaya Hidup Terkini Inspirasi Sukses
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.