Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Penyebab, Gejala Hingga Penanganan Saraf Kejepit, Catat!
    Inspiring You

    Penyebab, Gejala Hingga Penanganan Saraf Kejepit, Catat!

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman10 Juli 2023Updated:10 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Beberapa orang seringkali tidak menyadari antara saraf kejepit dan nyeri punggung biasa. Saraf terjepit, atau yang bahasa ilmiahnya herniated nucleus pulposus (HNP), bisa menimpa seluruh bagian tulang belakang atau menyerang punggung bawah hingga tulang leher.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Kondisi ini bisa menyebabkan bermacam-macam komplikasi kesehatan jika tidak diatasi dengan baik seperti sulit buang air besar, buang air kecil, hilangnya sensasi di sekitar paha dalam serta kerusakan saraf yang permanen.

    Kondisi saraf terjepit yang parah bisa menyebabkan komplikasi berupa hilangnya kendali dan di area yang terkena, serta kelumpuhan.

    Penyebab saraf kejepit atau terjepit

    Trauma atau cedera pada tulang leher menjadi satu di antara sekian faktor yang menyebabkan saraf terjepit. Ini biasanya diakibatkan karena kebiasaan terlalu sering menunduk bermain gawai.

    Sebagaimana dilansir Healthline, penyebab saraf kejepit atau terjepit juga bisa terjadi karena beberapa hal berikut:

    – bertambahnya usia

    – angkat beban berat

    – pekerjaan dengan aktivitas fisik berat

    – kelebihan berat badan

    Gejala saraf terjepit

    Sementara, gejala saraf beragam dan biasanya muncul secara spontan. Mulai dari rasa nyeri yang menjalar hingga bagian lengan, rasa kebas pada lengan bawah hingga jari, dan melemahnya otot.

    Tak cuma itu, gejala juga bisa muncul berupa sakit kepala atau migrain.

    Untuk mendapatkan diagnosis, seseorang harus mengikuti serangkaian pemeriksaan mulai dari pemeriksaan fisik, saraf, CT scan, dan tes MRI.

    Lalu, bagaimana penanganan saraf terjepit?

    Perawatan biasanya bergantung pada tingkat ketidaknyamanan yang Anda alami dan seberapa jauh diskus keluar dari tempatnya.

    Kebanyakan orang dapat meredakan nyeri saraf terjepit dengan menggunakan program latihan yang meregangkan dan memperkuat otot punggung dan sekitarnya.
    Seorang ahli terapi fisik mungkin merekomendasikan latihan yang dapat memperkuat punggung sekaligus mengurangi rasa sakit.

    Selain itu, dokter mungkin merekomendasikan operasi jika gejala tidak mereda dalam enam minggu atau jika itu mempengaruhi fungsi otot Anda. Sebaiknya, konsultasikan lebih lanjut kepada dokter jika Anda mengalami gejala yang mengarah pada saraf terjepit untuk penanganan.

    (Sumber: CNBC.com )


    Berani sukses Selalu Semangat
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.