Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Pengobatan David Tembus Rp1,2 M, Ini Cedera yang Dialami
    Inspiring You

    Pengobatan David Tembus Rp1,2 M, Ini Cedera yang Dialami

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman11 April 2023Updated:11 April 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kasus penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy Satriyo, anak eks pejabat pajak Rafael Alun, terhadap David Ozora masih menjadi perhatian publik. Akibat penganiayaan itu, David mengalami koma selama berhari-hari. 

    Berdasarkan keterangan yang diberikan oleh Hakim Tunggal Sri Wahyuni, biaya pengobatan David Ozora sudah mencapai angka Rp1,2 miliar.

    “Dan sampai saat ini tidak ada bantuan pengobatan keluarga saksi Mario Dandy Satriyo dan keluarga Shane Lukas, dan juga dari keluarga anak (AG),” kata Sri Wahyuni.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    David dilaporkan mengalami diffuse axonal injury. Hingga kini David masih memerlukan perawatan intensif di rumah sakit. 

    Lantas apa itu diffuse axonal injury?

    Diffuse axonal injury (DAI) atau cedera aksonal difus merupakan jenis cedera otak traumatis (TBI). Istilah ini menggambarkan cedera yang biasanya diakibatkan oleh trauma tumpul di kepala dan mempengaruhi fungsi otak.

    Dikutip dari Medical News Today, DAI mengacu pada robekan serabut saraf yang dikenal sebagai akson. Cedera ini biasanya terjadi akibat pergeseran otak yang cepat di dalam tengkorak, menyebabkan serabut saraf meregang dan robek.

    Akson adalah bagian neuron yang panjang seperti benang yang menghantarkan impuls listrik. Serabut saraf ini bertanggung jawab untuk komunikasi antara sel-sel saraf.

    Sehingga, kerusakan akson dapat mengganggu kemampuan untuk berkomunikasi dan membantu mengkoordinasikan fungsi tubuh, yang dapat menyebabkan kecacatan yang parah.

    Selain itu, DAI adalah penyebab paling umum dari koma, kecacatan, dan keadaan vegetatif persisten pada orang dengan TBI. Secara klinis, pakar kesehatan mendefinisikan DAI sebagai kehilangan kesadaran yang berlangsung selama 6 jam atau lebih setelah cedera.

    DAI juga dapat menyebabkan perubahan perilaku, sosial, fisik, dan kognitif pada seseorang. Perubahan perilaku ini dapat bersifat sementara atau permanen.

    Kondisi DAI lebih sering terjadi pada kecelakaan traumatis yang berpotensi menyebabkan otak berputar atau bergerak maju atau mundur di dalam tengkorak. Biasanya, jenis trauma ini melibatkan gerakan percepatan dan perlambatan.



    Artikel Selanjutnya


    Pengobatan Keracunan Ciki Ngebul Tak Ditanggung Pemerintah

    (hsy/hsy)


    Inspirasi Kamu Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.