Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Peneliti China Ungkap Cara Hilangkan Mikroplastik di Air Keran
    Inspiring You

    Peneliti China Ungkap Cara Hilangkan Mikroplastik di Air Keran

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman9 Agustus 2024Updated:10 Agustus 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Mikroplastik adalah partikel berukuran kurang dari lima milimeter yang dapat masuk ke dalam tubuh dan mengancam kesehatan manusia melalui makanan dan minuman. Maka dari itu, para ahli pun mulai bergerak untuk mencari cara untuk menghilangkan mikroplastik dari makanan atau minuman yang dikonsumsi manusia.

    Melansir dari Science Alert, baru-baru ini para peneliti di China akhirnya menemukan cara yang diklaim sederhana dan efektif untuk menghilangkan mikroplastik dari air. Menurut laporan, cara ini dapat dilakukan di rumah.

    Dalam studinya, tim penelitian dari Guangzhou Medical University dan Jinan University merebus cairan dan menyaring endapan air lunak dan air keran keras yang lebih tinggi kandungan mineral. Sebelum direbus, air-air tersebut ditambahkan kandungan nanoplastik dan mikroplastik (NMP).

    Hasilnya, sebanyak 90 persen NMP berhasil dihilangkan melalui proses perebusan dan penyaringan. Namun, tingkat efektivitasnya beragam tergantung jenis air.

    “Strategi merebus air sederhana ini dapat ‘mendekontaminasi’ NMP dari air keran rumah tangga dan berpotensi mengurangi tingkat konsumsi NMP manusia melalui konsumsi air,” tulis para peneliti dalam laporan studi yang diterbitkan pada Februari lalu, dikutip Kamis (8/8/2024).

    Konsentrasi NMP yang lebih besar telah dihilangkan dari sampel air keran keras. Saat dipanaskan, air tersebut secara alami membentuk endapan kerak kapur atau kalsium karbonat.

    Zat kapur yang umumnya ditemukan di dalam ketel dapur terbentuk di permukaan plastik saat perubahan suhu “memaksa” kalsium karbonat keluar dari larutan yang secara efektif “menjebak” pecahan plastik dalam kerak.

    Menurut para peneliti, sekitar seperempat NMP tersangkut bahkan pada air lunak yang mengandung lebih sedikit kalsium karbonat terlarut. Para peneliti mengatakan, setiap serpihan plastik berkerak kapur dapat dihilangkan melalui filter sederhana, seperti saringan stainless steel yang digunakan untuk menyaring teh.

    Penelitian sebelumnya telah mengukur pecahan polistirena, polietilena, polipropilena, dan polietilena tereftalat dalam air keran yang dapat diminum. Guna menguji strategi tersebut, para peneliti menambahkan lebih banyak partikel nanoplastik yang secara efektif jumlahnya berkurang.

    “Minum air matang yang direbus tampaknya merupakan strategi jangka panjang yang layak untuk mengurangi paparan global terhadap NMP,” tulis para peneliti.

    “Namun, minum air rebusan sering dianggap sebagai tradisi lokal dan hanya berlaku di beberapa wilayah,” lanjut laporan tersebut.

    Meskipun belum diketahui pasti tingkat bahaya plastik ini bagi tubuh manusia, plastik telah dikaitkan dengan perubahan mikrobioma usus dan resistensi antibiotik tubuh.

    “Hasil kami telah meratifikasi strategi yang sangat layak untuk mengurangi paparan NMP pada manusia dan membangun dasar untuk penyelidikan lebih lanjut dengan jumlah sampel yang jauh lebih besar,” tulis para ahli.

    (rns/rns)

    Saksikan video di bawah ini:

    RI Mau Geser Korea Jadi Kiblat Perawatan Anti-Aging, Ini Syaratnya!




    Next Article



    Studi: Indonesia Paling Banyak Konsumsi Mikroplastik di Dunia



    Berani sukses Inspirasi Sukses
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.